"Pencoblosan telah berakhir dengan respons yang luar biasa," kata Ketua KPU Bhutan Dasho Kunzang Wangdi melalui telepon dari ibukota Bhutan, Thimpu, seperti dilansir AFP, Senin (31/12/2007).
"Pemilu ini merupakan awal positif bagi demokrasi dan tidak ada masalah yang dilaporkan," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil Pemilu diharapkan akan keluar Senin tengah malam waktu setempat atau Selasa dinihari. Penghitungan dilakukan dengan menggunakan mesin elektronik.
Pemilu ini menandakan peralihan dramatis Bhutan setelah raja terdahulu Jigme Singye Wangchuck mewariskan tahta ke putranya yang merupakan lulusan Oxford, Inggris, Jigme Khesar Namgyel Wangchuck pada Desember 2006. Jigme Khesar kemudian langsung melansir rencana mengenalkan konstitusi dan menggelar Pemilu.
"Sejujurnya, kami menginginkan kerajaan tetap berlanjut. Namun raja telah memutuskan untuk mengenalkan demokrasi, sehingga tak ada pilihan dan kami berdoa semoga sistem baru ini bekerja dengan baik," ungkap seorang pendeta yang mengenalkan dirinya sebagai Tshering.
Terdapat dua pertiga dari 313 ribu pemilih tercatat di kerajaan Budha yang berpopulasi 700 ribu orang itu. Namun belum ada hasil sementara yang bisa menunjukkan tingkat partisipasi pemilih. Anggota kerajaan dan orang-orang yang terkait dalam institusi agama tidak dibolehkan memilih.
15 Kursi Majelis Nasional diperebutkan 41 kandidat dari 15 distrik. Anggota Majelis Nasional ini tidak boleh berasal dari partai politik. 75 Kursi untuk majelis rendah yang berasal dari partai politik baru dipilih pada Februari atau Maret 2008 nanti. (aba/aba)










































