KBRI Oslo Awali 2008 dengan Gebrakan Promosi Pariwisata

Laporan dari Oslo

KBRI Oslo Awali 2008 dengan Gebrakan Promosi Pariwisata

- detikNews
Senin, 31 Des 2007 22:18 WIB
KBRI Oslo Awali 2008 dengan Gebrakan Promosi Pariwisata
Oslo - KBRI Oslo akan mengawali 2008 dengan gebrakan berkekuatan besar di Reiseliv 2008, Oslo, 10-13 Januari 2008. Bursa pariwisata terbesar di Norwegia ini diikuti 42.000 travel trade representatives dan professional buyers, pers dan biro perjalanan lainnya.

Bekerjasama dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Departemen Perdagangan dan Departemen Perindustrian RI, KBRI Oslo memprakarsai partisipasi pengusaha Indonesia, agar mereka dapat memperluas jaringan dan akses pasar.

Target utama partisipasi Indonesia pada Reiseliv 2008 ini adalah untuk mendapatkan lebih banyak kontak bisnis antara para pelaku wisata Indonesia dengan mitra di Norwegia dan negara-negara Skandinavia lainnya, demikian siaran pers KBRI Oslo yang diterima detikcom hari ini, Senin 31/12/2007.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diharapkan gebrakan pada awal tahun ini dapat mendukung kesuksesan program Visit Indonesia Year 2008, dengan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Norwegia ke Indonesia.

Bagi para pengusaha Indonesia, Reiseliv 2008 ini merupakan momentum tepat untuk mengembangkan jaringannya ke Eropa khususnya Norwegia dan negara-negara Scandinavia lainnya. Sebab pasar liburan dan perjalanan untuk musim panas ditentukan di bursa ini, awal tahun ini.

Siap

KBRI Oslo saat ini telah menyiapkan sebuah Paviliun Indonesia di Hall D, yang letaknya cukup strategis bagi para pengunjung. Tema yang diangkat menyesuaikan dengan tema nasional tahun 2008 yaitu Visit Indonesia Year 2008 : Bali and Beyond.

Pada paviliun tersebut para pengunjung akan dapat secara langsung menyaksikan penampilan tari-tarian Bali dan tari-tarian daerah lainnya. Selain itu juga pertunjukan gamelan dan peragaan membatik yang akan dimainkan oleh Staf KBRI Oslo.

Untuk lebih memikat para pengunjung, paviliun ini juga menyajikan makanan Indonesia seperti sate ayam, bakmi goreng, nasi goreng, rempeyek dan lainnya. Sehingga para pengunjung dapat langsung bersentuhan dengan keramah-tamahan khas Indonesia.

Di paviliun itu pula dirancang agar para pengunjung dan pengusaha Norwegia dapat berinteraksi dengan beberapa pengusaha industri pariwisata Indonesia yang datang dari Bali dan Jakarta.
(es/es)


Berita Terkait