Hal ini disampaikan oleh Asisten Perhutani Kepala bagian Kesatuan Pemangu Hutan Lawu Utara, Soeparsono saat ditemui di kantornya di Jl Raya Lawu-Tawangmangu, Karanganyar, Senin(31/12/2007). Soeparsono mengatakan bahwa hingga saat ini tidak ada lahan hutan di Karanganyar yang beralih fungsi.
"Seluruh hutan di Lawu Utara yang luasnya 6.037,6 hektar tidak ada yang gundul, beralih fungsi maupun digunakan secara liar. Pencurian kayu yang terjadi juga sangat kecil, tidak sampai 10 pohon dalam setahun. Jadi tidak benar kalau longsor kemarin dikarenakan hutan gundul. Yang benar adalah karena curah hujan yang cukup ekstrem," katanya.
Curah hujan rata-rata di Karanganyar, menurut Soeparsono, biasanya sekitar 30 mm per hari. Namun pada tanggal 25 Desember kemarin, curah hujannya meningkat tajam hingga 154 mm dalam sehari. Kondisi ini mengakibatkan tanah menjadi jenuh air atau tidak mampu menahan air karena sudah melebihi kapasitas daya tampungnya.
"Hutan sebagus apapun belum merupakan jaminan jika curah hujannya cukup ekstrem. Apalagi daerah yang longsor kemarin bukan wilayah Hutan Lindung namun tanah milik masyarakat. Wilayah yang termasuk hutan lindung masih sekitar 200 meter lagi ke atas," ujarnya. (aba/aba)











































