Ancaman bom disampaikan ke RS Sanglah melalui telepon dengan ekstensi 133 yang merupakan Ruang Radioterapi di lantai 3 pukul 11.15 Wita, Minggu (31/12/2007).
"Sanglah akan saya ledakkan. Saya teroris kelas kakap. Telah tersebar beberapa bom di RS ini. Selamat bekerja semoga di Tahun Baru, Sanglah lebih baik lagi," ujar si pengancam bom seperti ditirukan Dirut RS Sanglah dr I Gusti Lanang Made Rudiarta di RS Sanglah Jl Pulau Nias, Denpasar, Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim gegana Polda Bali yang membawa 2 anjing pelacak melakukan penyisiran. Tidak ditemukan bom atau bahan peledak di rumah sakit ini. Pada saat penyisiran, Menkes, Gubernur dan Dirut sedang santap siang di salah satu aula di RS itu.
Namun ancaman tersebut tidak membuat panik para petugas untuk mengevakuasi pasien. Apakah ada yang tidak puas dengan pelayanan RS itu sehingga melakukan ancaman?
"Sampai sekarang tidak ada laporan atau pengaduan seperti itu," ujar Rudiarta.
(nwk/mar)











































