Prabowo Bakal Resmikan 1.413 Titik Program Listrik Desa hingga Pabrik Baterai

Prabowo Bakal Resmikan 1.413 Titik Program Listrik Desa hingga Pabrik Baterai

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 29 Okt 2026 22:24 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto
Presiden RI Prabowo Subianto. (Muchlis Jr - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto bakal meresmikan program listrik desa dalam waktu dekat. Sebanyak 1.413 titik program listrik desa siap diresmikan.

Hal itu diungkap Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia usai memberikan laporan kepada Prabowo di Istana, Jakarta, Kamis (29/10/2026). Bahlil menyampaikan hampir 11 ribu desa dan dusun di Indonesia belum memiliki akses listrik. Pemerintah menyiapkan peresmian 1.413 titik dalam program listrik desa tahun 2025 yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

"Program tahun 2025 yang akan segera diresmikan oleh Bapak Presiden, waktunya dalam waktu dekat, ya. Kemungkinan besar kita akan lakukan di Sulawesi. Jadi ada sekitar 1.413 titik yang akan diresmikan dalam waktu dekat ini," kata Bahlil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain melaporkan perkembangan listrik desa, Bahlil juga menyampaikan perkembangan pabrik baterai hasil kerja sama CATL dengan Antam. Pabrik yang peletakan batu pertamanya dilakukan Presiden Prabowo setahun lalu itu disebut sudah mulai berproduksi.

ADVERTISEMENT

"Dalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi," ujarnya.

Bahlil menjelaskan kehadiran fasilitas tersebut menambah ekosistem pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia. Ia menyebut tiga pabrik, yakni fasilitas milik Hyundai, pabrik yang telah diresmikan di Halmahera dengan investasi dari RRT, serta pabrik kerja sama CATL dan Antam.

Menurut Bahlil, perkembangan tersebut menunjukkan semakin terintegrasinya ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia, mulai dari pertambangan, pengolahan mineral, hingga produksi sel baterai. Ia juga menilai integrasi rantai produksi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong hilirisasi.

"Nah, ini artinya apa, ekosistem baterai mobil kita ini betul-betul sudah terintegrasi antara mining, smelter, HPAL, prekursor, katoda, sampai battery cell. Mungkin tidak banyak negara yang memiliki ini. Nah, ini bagian daripada ikhtiar untuk melakukan hilirisasi, ya," ujarnya.

Simak juga Video: Prabowo Targetkan Seluruh Desa di RI Teraliri Listrik pada 2029

(eva/fca)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini