Rel Tergerus Banjir Bojonegoro, Sejumlah KA Berhenti Operasi

Rel Tergerus Banjir Bojonegoro, Sejumlah KA Berhenti Operasi

- detikNews
Senin, 31 Des 2007 11:20 WIB
Jakarta - Banjir antara Cepu dan Bojonegoro membuat beberapa kereta api (KA) berhenti operasi karena rel kereta rusak tergerus air. Beberapa KA yang absen pun digabungkan penumpangnya dengan KA lain.

Hal itu dikatakan Kepala Komunikasi Publik Departemen Perhubungan Bambang Suprijadi Ervan ketika dihubungi detikcom, Senin (31/12/2007).

"Jalurnya tergenang, tanah di bawah bantalan rel ada yang tergerus air, karena itu tidak bisa beroperasi," ujar Bambang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut informasi yang diterima Bambang dari Daops VIII  dan Daops I PT KA, beberapa KA tidak bisa beroperasi.  Sejak tanggal 31 Desember 2007 hingga 2 Januari 2008,  KA Rajawali jurusan Surabaya Pasar Turi-Semarang Tawang pulang pergi  tidak bisa jalan. Penumpangnya digabungkan dengan KA Gumarang pukul 17.45 WIB dari Surabaya.

Selain itu, KA Sembrani  jurusan Surabaya Pasar Turi-Jakarta Kota juga mengalami  nasib serupa KA Rajawali, dan penumpangnya bisa digabungkan dengan KA  Argo Bromo Anggrek malam  yang berangkat pukul 20.15 WIB.

"Rel akan diperbaiki. Semula diperkirakan airnya akan surut Minggu 30 Desember 2007,  ternyata belum. Nanti melihat perkembangan," ujar Bambang.

Sedangkan menurut Humas Daops I PT KA Akhmad Sujadi melalui pesan pendek kepada detikcom, perjalanan KA lintas utara akan dialihkan ke selatan dari Semarang melalui Brumbung, Kedungjati, Gundih, Solo, Madiun serta Surabaya.

Rute itu untuk KA Jakarta-Surabaya seperti KA Argo Anggrek, KA Sembrani, KA Gumarang, dan KA Kertajaya. "Dengan jalan via jalur Selatan, akan terjadi penambahan waktu tempuh sekitar 3 jam," ujar Sujadi.

(nwk/mar)


Berita Terkait