TEP UNAIR Periksa 1.000 Sapi di Manokwari Lewat Posyandu Ternak Keliling

TEP UNAIR Periksa 1.000 Sapi di Manokwari Lewat Posyandu Ternak Keliling

Rahmat Khairurizqi - detikNews
Kamis, 29 Okt 2026 12:50 WIB
Kementrans
Foto: dok. Kementrans
Jakarta -

Peternak sapi di Distrik Prafi, Manokwari, Papua Barat, masih menghadapi keterbatasan layanan pemeriksaan kesehatan ternak secara rutin. Kondisi ini berisiko membuat penyakit pada sapi terlambat terdeteksi.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 13 Universitas Airlangga (UNAIR) menginisiasi program Posyandu Ternak Keliling dengan mendatangkan petugas kesehatan ternak langsung ke peternakan dan lapangan.

Sebanyak 1.000 ekor sapi di Distrik Prafi telah diperiksa melalui Posyandu Ternak Keliling TEP UNAIR. Dari jumlah tersebut, 150-250 ekor memerlukan pemeriksaan lanjutan. Peternak juga mendapatkan pendampingan terkait kesehatan dan reproduksi ternak, pengobatan, serta pemberian pakan. Program ini mendapat apresiasi dari peternak karena membantu menghemat biaya pemeriksaan kesehatan sapi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Posyandu Ternak Keliling ini sangat membantu kami sebagai peternak. Kami bisa memeriksakan kesehatan sapi dan mendapatkan obat cacing secara gratis, tanpa mengeluarkan biaya," ujar Siswanto, peternak di kawasan SP3, dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).

Melalui program ini, peternak didampingi untuk memahami kondisi ternak dan menentukan langkah pemeliharaan yang tepat. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar sapi mengalami cacingan dan terserang parasit. Tim TEP UNAIR juga mencatat rekam medis ternak untuk memantau perkembangan dan kondisi kesehatan sapi milik masyarakat.

ADVERTISEMENT

Program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya percepatan pembangunan di Papua dan penguatan kemandirian pangan hingga tingkat provinsi, bahkan kabupaten. Arahan tersebut disampaikan pada 17 Desember 2025.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya peran akademisi dalam membantu masyarakat melalui Tim Ekspedisi Patriot.

"Program ini menghadirkan talenta-talenta terbaik Indonesia untuk mengabdi kepada masyarakat. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus berjalan beriringan agar menghasilkan solusi nyata bagi pembangunan," ujar AHY dalam sesi Town Hall pada acara Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Jakarta, Rabu (29/7) lalu.

Sementara itu, Menteri Transmigrasi (Mentrans), M. Iftitah Sulaiman Suryanagara juga menekankan pentingnya komitmen peserta Ekspedisi Patriot untuk bekerja secara maksimal dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.

"Saya memberikan satu dorongan kepada seluruh peserta Tim Ekspedisi Patriot: bergeraklah setiap hari. Waktu kita terbatas, hanya empat bulan. Berikan totalitas dan lakukan yang terbaik selama berada di kawasan transmigrasi. Harus ada sesuatu yang dikerjakan, ada dampaknya, dan ada manfaatnya," ujar Iftitah di Jakarta pada (31/7) lalu.

Tonton juga video "Gus Ipul Mau Revitalisasi Posyandu, Bisa Sediakan Pupuk-Berobat Gratis"

(prf/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini