Bus cadangan ini membawa para penumpang yang kebanyakan berasal dari Yogyakarta menuju Surabaya.
Kepala DLLAJ Solo Yosca Herman Sudrajat saat dijumpai di Loji Gandrung, Jl Slamet Riyadi, Minggu (30/12/2007) mengatakan, bus cadangan mulai dioperasikan sejak Sabtu kemarin.
"Kemarin malam terjadi penumpukan penumpang di terminal. Mereka umumnya berasal dari Yogyakarta dan ingin menuju Surabaya. Untuk mencegah penumpukan berlanjut, para penumpang kami arahkan untuk menggunakan jalur kereta api, sedangkan yang tetap ingin naik bus kami sediakan bus cadangan," ujarnya.
Sejak Jalur Ngawi lumpuh akibat banjir pada Kamis lalu, baru hari ini mulai ada bus dari Surabaya yang masuk ke terminal Tirtonadi, Solo. Dari pantauan radio DLLAJ di Terminal Tirtonadi, Solo, Yosca mengatakan, mulai pagi tadi ada 5 bus dari Surabaya yang datang dan 3 bus yang berangkat ke Surabaya.
"Mereka harus lewat jalur Surabaya-Purwodadi-Solo atau Surabaya-Ponorogo-Solo. Kalau lewat Ponorogo jarak tempuhnya 3 jam lebih lama, sedangkan jika melintasi Purwodadi jaraknya 4 jam lebih lama. Akibatnya ya karcisnya lebih mahal. Biasanya Solo-Surabaya cuma Rp 25 ribu, sekarang bisa sampai Rp 50 ribu," katanya.
(umi/iy)











































