Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Muhammad Husein Fadlulloh, mendorong potensi pariwisata, pertanian, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kabupaten Toba, Sumatera Utara, agar mampu menembus pasar internasional. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas peluang ekonomi masyarakat dan membuka kesempatan bagi generasi muda untuk berkembang di daerahnya sendiri.
"Karena itu, membawa potensi Toba menuju pasar global berarti membuka kesempatan bagi orang-orang di baliknya. Termasuk generasi muda yang ingin membangun masa depan dari daerahnya sendiri. Selain potensi, banyak faktor pendukung yang dibutuhkan untuk akses pasar global yang lebih luas," ujar Husein, Rabu (28/10/2026).
Husein menilai Kabupaten Toba memiliki modal besar untuk bersaing di tingkat internasional. Namun, potensi tersebut perlu didukung akses pasar, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta jejaring kerja sama yang dapat mempertemukan produk dan potensi daerah dengan kebutuhan pasar global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mendukung upaya tersebut, Husein mengatakan BKSAP DPR RI siap menjalankan diplomasi parlemen sebagai jembatan yang menghubungkan kepentingan daerah dengan mitra internasional.
"BKSAP DPR RI hadir sebagai katalisator kerja sama global dengan jejaring internasional. Peran kami membukakan pintu komunikasi, mempertemukan kebutuhan dengan jejaring yang relevan, serta mendorong agar aspirasi daerah dapat memperoleh ruang dalam kerja sama internasional," jelasnya.
Menurut Husein, diplomasi parlemen tidak hanya berkaitan dengan hubungan politik antarnegara, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang ekonomi, memperluas kerja sama perdagangan, serta memperkenalkan produk dan destinasi wisata unggulan Indonesia ke dunia internasional.
Dalam kunjungannya ke Kabupaten Toba, BKSAP DPR RI turut menggali aspirasi bersama Bupati Toba dan jajaran pemerintah kabupaten. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memetakan kebutuhan daerah sekaligus mengidentifikasi sektor potensial yang dapat dikembangkan melalui kerja sama internasional.
"Kita berharap aspirasi dan potensi yang disampaikan pemerintah daerah dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi dengan mitra parlemen maupun forum internasional yang relevan," terangnya.
Kabupaten Toba memiliki potensi pariwisata yang didukung keberadaannya di kawasan Danau Toba, bagian dari Kaldera Toba UNESCO Global Geopark. Kawasan tersebut menjadi salah satu destinasi unggulan Indonesia dengan kekayaan geologi, budaya, dan keindahan alam.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam keterangan tersebut, jumlah kunjungan wisatawan nasional ke Kabupaten Toba mencapai sekitar 714.000 pada 2025, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan peluang pengembangan pariwisata untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain pariwisata, Kabupaten Toba memiliki lebih dari 10.000 pelaku UMKM yang berpotensi memperkuat perekonomian lokal.
Di sektor pertanian, Kabupaten Toba memiliki sejumlah komoditas unggulan, antara lain kopi dengan produksi sekitar 4.254,29 ton per tahun, jagung, bawang merah, dan beras. Komoditas tersebut dinilai berpeluang dikembangkan untuk memperluas pasar produk lokal dan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.
"Tidak hanya mengandalkan pariwisata, Kabupaten Toba juga memiliki lebih dari 10.000 pelaku UMKM yang berpotensi menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi lokal," tegasnya.
Husein berharap penguatan diplomasi parlemen dapat membantu memperluas akses pasar bagi pelaku usaha dan komoditas unggulan daerah.
"Melalui penguatan diplomasi parlemen, kita mendorong produk UMKM, hasil pertanian, dan destinasi wisata Kabupaten Toba memiliki kesempatan lebih luas untuk dikenal di pasar global," paparnya.
Tonton juga video "Jubir Gerindra soal Sudaryono Jadi Kepala BGN: Kerjanya Bagus"
(ega/prf)
