Namun sepenuhnya hal ini tergantung pada pertemuan yang akan digelar oleh komisi pemilihan pada Senin 31 Desember.
"Kerusuhan yang terjadi mempengaruhi proses pencetakan surat suara, logistik, dan personel yang ada. Dan sangat mungkin untuk ditunda," tulis komisi pemilihan dalam rilisnya seperti dikutip AFP, Sabtu (29/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Partai Rakyat Pakistan, penyokong Bhutto baru akan menentukan sikap untuk ikut pemilu atau tidak pada Minggu 30 Desember. Dan pemilu di Pakistan akan kurang kredibel bila partai ini tidak turut serta.
Namun sepenuhnya partai ini mengecam pemerintah yang mencoba menutupi penyelidikan pembunuhan Bhutto. Kerusuhan yang merebak di negara berpenduduk 160 juta jiwa ini menyebabkan 38 orang meregang nyawa, sedang 53 lainnya menderita luka-luka.
Sedang dari Amerika Serikat dilaporkan bahwa pihak Gedung Putih mendesak pemerintahan Pervez Musharraf untuk mengusut tuntas tragedi kematian Bhutto.
"Pemerintah Pakistan mempunyai tanggung jawab untuk melakukan penyelidikan dan melaporkannya kepada warga Pakistan," kata juru bicara Gedung Putih Tony Fratto.
(ndr/)











































