Kompolnas Mulai Bidik Calon untuk Tri Brata 1

Kompolnas Mulai Bidik Calon untuk Tri Brata 1

- detikNews
Sabtu, 29 Des 2007 23:50 WIB
Jakarta - Salah satu tugas Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) yakni mengajukan nama calon Kapolri kepada presiden. Hal itu sesuai fungsi dan kewenangan lembaga yang dibentuk berdasarkan UU Polri No 2 Tahun 2002.

Meski jabatan Kapolri Jenderal Pol Sutanto ada kemungkinan diperpanjang (Sutanto pensiun pada September 2008), namun Kompolnas sudah melakukan pemantauan pada calon yang pas untuk duduk di jabatan Kapolri atau di lingkungan Polri lazim disebut sebagai Tri Brata 1 (TB 1).

"Ada 5 bintang tiga saat ini yang berhak, tapi segala sesuatu bisa terjadi," kata anggota Kompolnas yang Ronny Lihiwa saat berbincang dengan detikcom di Jakarta, Jumat (28/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perlu diketahui untuk bintang tiga di lingkungan Polri saat ini terdapat nama-nama Wakapolri Komjen Pol Makbul Padmanagara, Kalakhar BNN Komjen Pol Made Mangku Pastika, Kabareskrim Komjen Pol Bambang Hendarso Danuri, Kababinkam Komjen Pol Iman Haryatna, dan Irwasum Polri Komjen Pol Jusuf Manggabarani.

"Yang mau pensiun 1 tahun lagi atau 6 bulan lagi tidak kita gunakan," tambah Ronny.

Para bintang tiga ini pun memiliki cukup peluang, karena rata-rata memiliki masa pensiun 2010 dan 2011. Tapi seperti dikatakan segala sesuatu bisa terjadi.

Sebagai catatan Makbul Padmanagara, Mangku Pastika, dan Bambang Hendarso, Ketiganya sama-sama angkatan ’74. Sedang Iman Haryatna dan Jusuf Manggabarani merupakan angkatan ’75.

Ronny mengaku, lembaganya saat ini terus melakukan penilaian. "Kita akan rating dan setiap hari situasi juga berubah," imbuhnya.

Dari para jenderal bintang tiga itu, Made Mangku diperkirakan akan terlontar dari pemantauan Kompolnas. Hal ini terkait dengan pencalonannya untuk maju dalam perebutan kursi gubernur Bali.

Bagaimana dengan yang lain ? Sumber di lingkungan Polri menyebutkan diantara bintang tiga itu bahkan ada yang sudah dipanggil ke istana. Namun segalanya bisa saja berubah. Bisa saja Presiden SBY memperpanjang jabatan Sutanto mengingat pertimbangan pengamanan untuk pemilu 2009.

Pastinya proses pemantauan terus dilakukan. "Yang penting tidak bermasalah dan kinerjanya memuaskan. Itu sebagai catatan," tandas Ronny. (ndr/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads