Pasca Terbunuhnya Bhutto, Pakistan 'Mati'

Pasca Terbunuhnya Bhutto, Pakistan 'Mati'

- detikNews
Sabtu, 29 Des 2007 16:54 WIB
Karachi - Toko-toko dan pom bensin di Pakistan tutup pasca terbunuhnya Benazir Bhutto. Alhasil, warga pun kesulitan membeli bahan makanan dan bahan bakar.

Tak hanya itu, bank dan perkantoran di sejumlah kota besar di Pakistan juga tutup. Demikian dilansur dari AFP, Sabtu (29/12/2007).

Jalan-jalan di kota utama seperti Karachi, Islamabad, Rawalpindi, Lahore, dan Peshawar kebanyakan kosong. Bahkan sisa-sisa peristiwa terbunuhnya Bhutto masih tampak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mobil-mobil yang terbakar mengotori jalanan di bagian selatan Kota Larkana. Di jalan itulah, saat peristiwa pembunuhan terjadi, sekelompok pendukung Bhutto meneriakkan yel-yel melawan Presiden Pakistan Pervez Musharraf.

Situasi di Karachi, kota terbesar di Pakistan, tampak tegang. Sebab di sepanjang jalan terlihat tentara yang bersiaga. Hanya sedikit orang yang berani keluar rumah.Β  Banyak orang yang tidak bisa dan tidak mau berpergian.

Ambulans-ambulans yang ada di kota itu juga dirusak oleh orang-orang tak bertanggung jawab. "Mereka menabrak ambulans kami. Kami juga tidak punya bahan bakar," ujar salah seorang pengurus Edhi Foundation.

Keterbatasan bahan bakar itu seolah menambah kegelisahan dan duka cita warga pasca terbunuhnya Bhutto. Kondisi itu diharapkan berakhir pada Minggu malam besok.

Bisnis di negara tersebut seakan tidak berjalan. Di jalanan, hanya sedikit sopir taksi yang masih bekerja. Sementara itu, di jalan-jalan terlihat beberapa kendaraan yang ditinggalkan karena kehabisan bahan bakar.
(nvt/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads