Tak hanya itu, bank dan perkantoran di sejumlah kota besar di Pakistan juga tutup. Demikian dilansur dari AFP, Sabtu (29/12/2007).
Jalan-jalan di kota utama seperti Karachi, Islamabad, Rawalpindi, Lahore, dan Peshawar kebanyakan kosong. Bahkan sisa-sisa peristiwa terbunuhnya Bhutto masih tampak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi di Karachi, kota terbesar di Pakistan, tampak tegang. Sebab di sepanjang jalan terlihat tentara yang bersiaga. Hanya sedikit orang yang berani keluar rumah.Β Banyak orang yang tidak bisa dan tidak mau berpergian.
Ambulans-ambulans yang ada di kota itu juga dirusak oleh orang-orang tak bertanggung jawab. "Mereka menabrak ambulans kami. Kami juga tidak punya bahan bakar," ujar salah seorang pengurus Edhi Foundation.
Keterbatasan bahan bakar itu seolah menambah kegelisahan dan duka cita warga pasca terbunuhnya Bhutto. Kondisi itu diharapkan berakhir pada Minggu malam besok.
Bisnis di negara tersebut seakan tidak berjalan. Di jalanan, hanya sedikit sopir taksi yang masih bekerja. Sementara itu, di jalan-jalan terlihat beberapa kendaraan yang ditinggalkan karena kehabisan bahan bakar.
(nvt/djo)











































