Peluru Masih Bersarang Saat Jenazah Bhutto Dimandikan

Peluru Masih Bersarang Saat Jenazah Bhutto Dimandikan

- detikNews
Sabtu, 29 Des 2007 15:22 WIB
Jakarta - Para pendukung Benazir Bhutto membantah habis pernyataan Pemerintah Pakistan yang mengatakan Bhutto tewas bukan karena ditembak. Banyak saksi yang melihat Bhutto ditembak. Bahkan, saat jenazah Bhutto dimandikan, peluru masih bersarang di tubuhnya.

Juru Bicara Bhutto Sherry Rehman mengaku melihat dengan mata kepala sendiri sebuah peluruh yang masih berada di bagian luka di tubuh Bhutto saat dimandikan. "Saya ikut memandikan jenazahnya sebelum dimakamkan," kata Sherry Rehman kepada AFP, Sabtu (29/12/2007).

Sherry yakin Bhutto ditembak dan diserang dengan bom bunuh diri saat itu. Saat pembunuhan terjadi, Sherry Rahman berada dalam iring-iringan mobil seusai kampanye, meski tidak satu mobil dengan Bhutto. Tapi, setelah penembakan terjadi, mobil Sherry Rahman-lah yang mengangkut Bhutto ke rumah sakit. Bhutto tidak diangkut ke RS dengan ambulans.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Sherry, peluru yang dia lihat itu menembus kepala bagian belakang. "Kami tidak bisa memandikan jenazahnya dengan cara biasa, karena lukanya masih terus mengeluarkan darah. Dia kehilangan banyak darah," kata dia.

Sherry menuding pemerintah Pakistan mencoba menutupi penyebab kematian Bhutto yang sebenarnya. Dia juga menuding RS telah membuat laporan yang tidak benar. "Mereka (RS) tidak pernah memberikan laporan yang benar," ujar dia. Sherry sangat geli dengan pernyataan Kementerian Dalam Negeri Pakistan bahwa Bhutto tewas karena terbentur sunroof mobil.
(asy/nvt)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini