Komandan SAR Boyolali, Yoyok Kurniawan saat dikonfirmasi via telepon, Sabtu (29/12/2007) membenarkan hal tersebut. Menurutnya retakan bukit Kalitengah terus bertambah setiap hari. Kondisi tanah di atas bukit sangat gembur dan labil serta diperkirakan bagian dalam bukit berongga.
"Hari ini retakan sudah 75 meter, padahal kemarin baru 23 meter. Warga sudah berusaha menutup retakan tersebut dengan melakukan penimbunan. Tapi kalau kondisi hujannya seperti beberapa hari belakangan, potensi longsornya cukup besar," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wilayah itu memang terkenal sebagai daerah yang makmur. Pertanian sayuran cukup maju sehingga meski cukup terpelosok tapi rumah para penduduk cukup megah dan bagus jika untuk ukuran penduduk yang tinggal di daerah seperti itu. Mungkin itu yang membuat mereka tidak rela dievakuasi,"tambah Yoyok.
Β
Beberapa daerah di Kecamatan Selo seperti Samiran, Lencoh dan Jeruk menurut Yoyok, memang seringkali mengalami longsor. Bahkan di kelurahan yang sama dengan Tarubatang, beberapa bulan lalu pernah terjadi longsor yang mengakibatkan satu warga meninggal karena tertimpa longsoran saat tengah berkerja di ladang. (djo/djo)










































