Hal itu terungkap dari laporan resmi RSU Rawalpindi yang dikirim kepada pemerintah Provinsi Punjab. Demikian diberitakan The Times of India, Jumat (28/12/2007).
Kamis 27 Desember kemarin, beberapa saat setelah terjadi ledakan bom bunuh diri, Bhutto dilarikan ke unit gawat darurat rumah sakit itu pada 17.35 waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Dokter menyebut Bhutto sudah tidak bernafas saat dibawa ke rumah sakit. Denyut nadi dan tekanan darahnya bahkan tidak berhasil direkam.
Bhutto lantas dibawa ke ruang operasi untuk menempuh tahap mengembalikan kesadarannya. Operasi itu dilakukan tim dokter yang dipimpin oleh Kepala Akademi Kesehatan Rawalpindi.
Bhutto ditembak oleh pelaku yang disinyalir terkait dengan jaringan Al Qaeda. Si pelaku kemudian meledakkan dirinya sendiri dekat kendaraan antipeluru yang ditumpangi Bhutto. Peristiwa itu menewaskan 30 orang, termasuk polisi dan pengawal pribadi dari Partai Rakyat Pakistan (PPP).
Saat itu, Bhutto tengah melambaikan tangan dari sun roof Land Cruiser putih yang ditumpanginya. Dia hendak meninggalkan Taman Liaquat Bagh usai rapat akbar dengan ribuan pendukungnya.
(fiq/nrl)











































