Amien Kecam Pembunuhan Bhutto

Amien Kecam Pembunuhan Bhutto

- detikNews
Jumat, 28 Des 2007 16:25 WIB
Yogyakarta - Pakar hubungan internasional Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Amien Rais mengecam tradisi kekerasan di Pakistan. Terutama aksi pembunuhan seperti yang menimpa mantan PM Benazir Bhutto, Kamis malam waktu setempat.

Pakistan diprediksi akan menghadapi situasi yang semakin sulit dan kemungkinan chaos yang semakin meluas.

"Setelah ini situasi Pakistan akan lebih semrawut, dan kacau. Chaos tak akan terhindarkan sampai ketahuan siapa pelaku pembunuhan. Perasaan saling tuduh dan saling curiga akan melemahkan sendi-sendi kehidupan di Pakistan," cetus Amien kepada wartawan di kampus UGM Bulaksumur Yogyakarta, Jumat (28/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum Bhutto dibunuh, kata Amien, kondisi Pakistan sebetulnya sudah penuh dengan masalah. Konflik berkepanjangan dengan India soal khasmir hingga kini tidak pernah terselesaikan. Belum lagi gempuran terus menerus dari Taliban yang semakin militan. "Saat ini Pakistan sudah mengalami chaos," tukasnya.

Cara-cara pembunuhan terhadap tokoh oposisi di negara Asia Selatan itu, imbuh Amien, harusnya dihentikan. Tidak selayaknya seorang tokoh demokrasi dilenyapkan begitu saja oleh seorang teroris, karena pasti akan sangat menghambat pengembangan demokrasi di Pakistan.

Di sisi lain, kejadian ini memunculkan teka-teki besar. Musharraf sebagai seorang militer yang dekat dengan Amerika ternyata tidak menjamin negara yang dipimpinnya bisa demokratis.

"Malah biasanya pemimpin yang dekat dengan Amerika dipelihara tetap otoriter, otokrat dan tetap tidak mendengar jeritan rakyatnya," katanya.

Menurut Amien, krisis yang terjadi di Pakistan tidak akan berpengaruh terhadap Indonesia. Meski demokrasi Indonesia sejauh ini belum juga memuaskan setidaknya masih lebih baik dibandingkan Pakistan

"Kalau di Indonesia tidak ada tradisi melenyapkan tokoh politik dengan cara pengecut seperti itu," tegas Amien. (bgs/umi)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads