SBY Minta Tragedi Bhutto Jadi Pelajaran di Pilkada

SBY Minta Tragedi Bhutto Jadi Pelajaran di Pilkada

- detikNews
Jumat, 28 Des 2007 16:23 WIB
Jakarta - Tewasnya Benazir Bhutto dapat menjadi pelajaran berharga bagi proses demokrasi. Presiden SBY meminta sengketa pilkada diselesaikan sesuai UU dan aturan yang berlaku.

"Benazir Bhutto tewas di Pakistan. Apa yang terjadi di sana dan juga negara lain begitu mahal dan tinggi resikonya untuk sebuah praktek demokrasi. Kita harus dapat menjaga apa yang telah berlangsung dengan baik di negari ini agar tidak terjadi gangguan seperti negara tadi," kata SBY.

Hal ini disampaikan SBY dalam pesan akhir tahunnya di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (28/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ada masalah, saya minta kontestan dapat menahan diri, berpikir jernih dan tidak mengorbankan stabilitas masyarakat," lanjut dia.

SBY meminta kontestan pilkada yang kalah sportif dan tidak mengganggu pemerintahan misalnya dengan isu pemekaran wilayah atau memboikot program pembangunan.

SBY kembali mengkritik biaya pemilu yang mahal. "Saya ingin semua pihak membuat pilkada dan pemilu yang efisien dan hemat karena anggaran itu masih diperlukan untuk pendidikan kesehatan dan lain-lain," kata SBY. (aan/nrl)


Berita Terkait