"Teror bom, kerusuhan massal, unjuk rasa anarkis, bencana alam yang berdampak kerusakan, bentrok aparat negara dengan masyarakat, dan kegiatan kelompok radikal," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Jumat (28/12/2007).
Dia menambahkan dalam tahun 2008 mendatang potensi konflik secara vertikal maupun horizontal di daerah tertentu masih ada.
"Ini hasil analisa intelijen, sehingga perlu diperlukan kewaspadaan dari berbagai pihak," tambah Sisno.
Selain itu terorisme masih menjadi ancaman alasan lainnya yakni gembong teroris Noordin M Top yang masih buron dan beberapa pengkiutnya. "Ini perlu diwaspadai," imbuhnya.
Ada pun tipe kejahatan lainnya yang berpotensi mengalami peningkatan yakni kejahatan terhadap harta benda atau kejahatan konvensional, kejahatan narkoba dan psikotropika, penyelundupan, perdagangan orang, senjata api dan lainnya.
"Kejahatan pembalakan liar, pencurian sumber daya laut, penambangan tanpa izin masih berpotensi meningkat, termasuk korupsi. Kita pun memberikan prioritas," jelasnya.
Untuk itu sejumlah tindakan dan upaya akan dilakukan Polri. "Kita mengintensifkan tindakan kepolisian dengan mengedepankan upaya preventif pada upaya pemecahan akar permasalahan dan meningkatkan kekuatan Polri," tandasnya. (ndr/ana)











































