Pesawat Tempur AS Ini Dijuluki Babi Hutan Berkutil, Kenapa?

Ulas Alutsista

Pesawat Tempur AS Ini Dijuluki Babi Hutan Berkutil, Kenapa?

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2026 09:19 WIB
An A-10 Thunderbolt II, assigned to the 74th Fighter Squadron, Moody Air Force Base, GA, returns to mission after receiving fuel from a KC-135 Stratotanker, 340th Expeditionary Air Refueling Squadron, over the skies of Afghanistan in support of Operation Enduring Freedom, May 8, 2011. (U.S. Air Force photo/Master Sgt. William Greer)
Foto: An A-10 Thunderbolt II (AFCENT Combat Camera/Master Sgt. William Greer Via Wikimedia)
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) punya pesawat tempur yang dijuluki babi hutan berkutil. Pesawat ini dijuluki babi hutan karena suara tembakannya.

Dikutip dari laman Hill Aerospace Museum, A-10A Thunderbolt II atau The Warthog merupakan pesawat Angkatan Udara AS (US Air Force) pertama yang dirancang khusus untuk serangan pasukan darat.

Sejak tahun 1976, A-10 dirancang untuk mudah bermanuver pada kecepatan dan ketinggian rendah. Kemampuan ini untuk mengantisipasi ancaman helikopter, tank, dan pasukan darat musuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Pesawat ini telah digunakan dalam berbagai konflik global, termasuk Perang Teluk, Operasi Iraqi Freedom, dan Operasi Enduring Freedom.

Tercatat, pada 6 Februari 1991, dalam misi membendung kekuatan tempur Irak, Kapten Robert Swain mengemudikan pesawat ini untuk menyerang tank-tank Irak.

Fitur yang paling menonjol dari A-10 adalah kanon GAU-8, yang menonjol di bagian bawah hidungnya. Suara tembakan kanon ini menyerupai dengkuran babi hutan, yang berpadu dengan tampilan tangguh serta kemampuan agresifnya sehingga dijuluki "Warthog".

Spesimen pesawat ini dipajang di Hill Aerospace Museum. Spesimen ini dibuat oleh Fairchild pada 1975.

Setelah digunakan sebagai sarana pelatihan instruksi darat di Pangkalan Angkatan Udara Sheppard di Texas, pesawat ini dipindahkan ke museum pada 1992.

Tonton juga video "Momen 4 Pesawat Tempur TNI AU Mendarat di Tol Paspro"

(rdp/rdp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini