Kondisi ini semakin diperparah dengan belum meratanya distribusi bantuan makanan dan obat-obatan.
Dari pantauan di GOR Manahan di Jl Adi Sucipto Solo, Jumat (28/12/2007), puluhan pengungsi menderita demam dan diare. Bahkan beberapa di antaranya ada yang sampai jatuh pingsan. Warga yang sakit kebanyakan anak-anak dan orang lanjut usia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baru puluhan nasi bungkus dan tiga dus air mineral yang dikirim ke sini. Padahal jumlah pengungsi di sini 398 orang. Dan mereka sudah di sini sejak hari Kamis," katanya.
Kondisi yang hampir sama dialami para pengungsi di Pendopo Kelurahan Joyosuran, Kecamatan Pasarkliwon. Ratusan pengungsi di tempat ini juga banyak yang jatuh sakit.
Warga lain yang mengungsi ke Balaikota Solo lebih beruntung. 541 warga yang ditampung di sini sudah mencicipi bantuan. Di tempat ini kondisinya nampak lebih bersih karena sirkulasi udara cukup baik. Kondisi ini berbeda jauh dengan GOR Manahan yang agak pengap dan gelap.
Sejumlah petugas yang ditemui di tempat-tempat pengungsian mengatakan, jumlah tenaga medis yang ada di lapangan masih sangat kurang. Padahal PMI, SAR UNS dan SOLO Emergency Rescue unit sudah menurunkan seluruh personilnya.
Selain makanan dan obat, bantuan yang sangat diperlukan para pengungsi saat ini adalah pakaian, selimut dan alat tidur.
Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Pemkot Solo, Purnomo Subagyo menuturkan, saat ini bantuan logistik dan obat-obatan masih berasal dari Solo.
"Bantuan dari luar, dalam hal ini pemerintah provinsi atau pemerintah pusat belum ada. Tapi rencananya ada beberapa pejabat termasuk Presiden dan Sri Sultan Hamengkubuwono akan datang ke Solo untuk meninjau. Moga-moga bantuannya segera turun," ujarnya. (umi/nrl)











































