"Itu saya jamin tidak," kata Hendarman usai salat Jumat di Masjid Baitul Adli, Kompleks Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (28/12/2007).
Hendarman memastikan, jajarannya serius menangani kasus yang diduga merugikan negara hingga triliunan rupiah itu. Dia pun meminta agar masyarakat tidak pesimistis.
"Saya mohon masyarakat tidak ada yang suudzon (berprasangka buruk). Kejaksaan menangani kasus BLBI itu betul-betul serius. Semua sudah saya sampaikan ke Presiden, makanya tentunya saya juga serius. Lapor pada beliau kan bukan terus sambil lalu," jelasnya.
Pria berkaca mata ini mengakui jajarannya masih belum memenuhi target untuk meningkatkan kasus itu ke penyidikan. Hal itu disebabkan sejumlah kendala yang dihadapi tim penyelidik.
Antara lain, masih belum ditemukannya semua dokumen menyangkut BLBI. Sementara itu, sejumlah dokumen terkait yang berada di BPKP dan BI terbakar. Itu sebabnya, tim penyelidik meminta perpanjangan waktu 2 bulan hingga akhir Desember ini.
"Ada juga saksi-saksi yang sudah meninggal dan tidak diketahui alamatnya dan pensiun. Itu yang bikin lama. Tapi kita tidak putus asa," ujarnya.
Selain menangani 3 kasus BLBI, Kejagung juga menangani kasus bank-bank penerima BLBI yang tidak kooperatif. "Sudah sampai pada kilometer berapa, nanti saya sampaikan," ujarnya.
(fiq/nrl)











































