Kota-kota itu antara lain Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Lampung, Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu.
"Mereka umumnya berada di kantong-kantong kemiskinan," kata Sekjen Komnas Anak Arist Merdeka Sirait di kantornya, Jalan TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (28/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apalagi pemerintah daerah dininabobokan dengan catatan Depdiknas bahwa tidak ada anak yang buta huruf," tambahnya.
Selain usaha Pemda tidak masimal, faktor ekonomi keluarga juga menjadi alasan orangtua tidak bisa menyekolahkan anaknya.ย Temuan Komnas Anak menunjukan meski sekolah bebas SPP, siswa tetap harus membayar buku, seragam dan sebagainya sehingga orang tua kewalahan.
"Dibeberapa tempat, anak-anak harus ke ladang untuk menambah biaya hidup dan sama sekali tidak sekolah. Contoh paling dekat di daerah kumuh Tanjung Priok Jakarta dan Maung, Tangerang, Banten," pungkasnya.
(asp/umi)











































