Banyak tingkah orang jatuh cinta. Ada yang diam seribu bahasa, ada juga yang malah jadi hiperaktif. Orang memakluminya dengan kalimat, "yah, namanya juga lagi jatuh cinta."
Tapi tunggu dulu. Para ilmuwan yang tidak puas dengan pernyataan itu punya jawabannya. Rupanya, kata para ilmuwan Italia, DNA menjadi penyebabnya di balik tingkah aneh orang yang sedang berbunga-bunga karena cinta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
mengemukakan bahwa tipe orang ini menjadi haus seks dan ketergantungan seks.
Sedangkan rendahnya serotonin (hormon yang mengendalikan mood) membuat orang cenderung jadi obsesif.
"Memang ada kemungkinan bahwa tingkat laku orang yang jatuh cinta dipengaruhi oleh unsur genetik individu," jelas salah satu ilmuwan dari University of Pavia, Enzo Emanuele.
Jadi, Anda yang rendah dopamine, atau serotonin?
(twi/ana)










































