Para capres AS itu mengkhawatirkan hal serupa bisa terjadi di negaranya menjelang kampanye yang mulai 3 Januari 2008 di Iowa, seperti dilansir AFP, Jumat (28/12/2007).
Tak pelak, selain mengungkapkan penyesalan dan simpati, para capres menggunakan pembunuhan Bhutto untuk mendukung kampanyenya, seputar keamanan nasional dan internasional, terorisme dan perang Irak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rival berat Clinton, Barack Obama, membuka pidato dengan suara berat dan muram bahwa pembunuhan Bhutto menunjukkan kekejaman teroris harus diakhiri.
"Kita harus membuat keyakinan bahwa sebagai warga Amerika, kita harus bertahan untuk demokrasi, dan akan mengukuhkan hasrat kita mengakhiri aksi teroris yang tidak hanya mengganggu di Pakistan, tapi juga bagian lain di dunia," kata capres berkulit hitam yang menentang perang Irak itu.
Sementara capres yang juga mantan cawapres Demokrat John Edwards mendorong Presiden Pakistan Pervez Musharraf melalui telepon untuk menegakkan demokrasi. Edwards juga meminta Musharaff agar mengizinkan investigator internasional menyelidiki pembunuhan Bhutto.
"Saya mendorong dia untuk melanjutkan proses demokratisasi karena betapa itu penting bagi rakyat Pakistan dan negaranya. Saya juga mendorong dia untuk membolehkan investigator internasional masuk Pakistan agar dapat menentukan fakta apa yang terjadi dengan kredibiltas, demi kebaikan dunia," ujar Edwards.
Dari kubu Partai Republik, kandidat capres yang juga mantan Walikota New York Rudolph Giuliani mengatakan pembunuhan ini menjadi saksi teror internasional dan harus lebih kuat untuk melawan teroris.
"Kematiannya mengingatkan terorisme bisa terjadi di mana saja, New York, London, Tel Aviv, atau Rawalpindi, dan menjadi musuh bagi kebebasan. Kita harus menggandakan kekuatan untuk memerangi teroris," kata Giuliani.
Rival Giuliani, Mitt Romney, juga berpendapat serupa. Bagi yang berpikir Irak adalah ladang tunggal perang terhadap teror, ujar Romney, harus dilihat yang terjadi hari ini tidak jauh dari Irak.
"Amerika harus menunjukkan komitmennya untuk bertahan dengan semua kekuatan moderat yang berseberangan dengan dunia Islam, dan bersama menghadapi tantangan melawan kekerasan, dan jihad radikal," ujar Romney.
Sementara kandidat capres Republik yang lain, Senator John McCain, mengatakan kematian Bhutto bisa berdampak pada keamanan AS dan sekutunya.
"Lokasi Pakistan yang strategis, membuat jaringan teroris beroperasi dengan tanahnya, pabrik nuklirnya, yang sangat berdampak dan mengancam keamanan AS dan sekutunya," tandas McCain.
(nwk/nrl)











































