Di tiga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berlokasi di pesisir Jakarta, yakni Muara Angke, Muara Baru, dan Cilincing, tangkapan ikan turun antara 30 persen hingga 40 persen. Akibatnya, kebutuhan ikan di Jakarta tidak terpenuhi.
"Memang turun 30-40 persen. Kebutuhan ikan distok dari luar Jakarta," kata Kepala TPI Muara Angke Hasan Syamsudin kepada detikcom di TPI, Jumat (28/12/2007).
Untuk menyiasati kebutuhan sehari-hari, nelayan beralih profesi untuk sementara sebagai pengojek ataupun penarik becak.
"Tetap banyak (pendapatan) kalau melaut. Kalau gini harus bagi-bagi," ucap Giono (27), nelayan Cilincing yang beralih narik becak.
Dari menarik becak, Giono mengaku hanya memperoleh uang Rp 20.000-Rp 30.000 pet hari, jauh di bawah pendapatannya sebagai nelayan.
Bagi yang tidak bekerja sampingan, kebanyakan nelayan memilih berutang pada tengkulak. Pembayaran dilakukan bila mereka telah memperoleh uang dari hasil melaut.
"Pinjem bos. Nanti dibalikin kalau melaut," ungkap Warno (42), nelayan Muara Angke yang mengaku telah berutang Rp 750.000 sejak 2 minggu lalu.
(Ari/umi)











































