Suasana di Kedubes Pakistan di Indonesia, Jl Mega Kuningan, Jakarta Selatan, tampak sepi.
Pagar setinggi 3 meter yang mengelilingi halaman kantor tampak tertutup rapat. Dari dalam tampak bendera setengah tiang dikibarkan di halaman kantor itu.
Bendera dikibarkan pada Jumat (28/12/2007) sebagai tanda turut berdukanya Kedubes Pakistan di Indonesia atas meninggalnya pemimpin oposisi Benazir Bhutto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karangan bunga berukuran 1,5x1 meter tersebut dikirim oleh Pimpinan Nasional Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), DPP PDIP dan Ketua Umum PDIP Megawati.
Beberapa wartawan saat ini masih setia menunggu di luar kantor itu. Mereka menunggu beberapa tokoh Indonesia yang datang untuk mengucapkan belasungkawa atas tewasnya Benazir Bhutto.
Amplop Putih
Surat beramplop putih dilayangkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ke Kedubes Pakistan. Mega mengucapkan belasungkawa atas kematian Benazir Bhutto.
Surat Mega disampaikan Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo kepada kepada Deputi Duta Besar Kedubes Pakistan, Akhtar Ali, di Kedubes Pakistan.
"Satu dari Ibu Megawati pribadi yang berisi ucapan belasungkawa. Satu lagi dari PDIP yang menyesalkan kejadian tersebut," kata Tjahjo sambil menunjukkan 2 surat itu.
PDIP menyesalkan kebijakan pemerintah Pakistan yang melarang pengawal Benazir Bhutto tidak boleh membawa senjata.
"Kalau tidak membawa senjata apa bedanya dengan satgas PDI Perjuangan," cetus Tjahjo. Turut hadir Budiman Sudjatmiko dan Sutradara Ginting.
(nik/nrl)











































