Kemlu Pastikan WNI Aman Usai Bandara Arab Saudi Diserang Lagi

Kemlu Pastikan WNI Aman Usai Bandara Arab Saudi Diserang Lagi

Adhfar Aulia Syuhada - detikNews
Kamis, 22 Okt 2026 17:32 WIB
Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah
Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah (Adhfar/detikcom)
Jakarta -

Bandara Internasional King Fahd di Dammam, Arab Saudi, kembali diserang. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tak ada warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak serangan tersebut.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu Heni Hamidah mengatakan seluruh WNI di Arab Saudi saat ini dalam kondisi aman. Termasuk pekerja migran Indonesia (PMI).

"Terkait update perkembangan di Arab Saudi pasca-serangan di Bandara King Fahd International Airport Dammam ya, yang tanggal 21 Oktober tadi dini hari. Nah, hingga saat ini seluruh WNI maupun PMI yang berada di wilayah Arab Saudi berada dalam kondisi aman," kata Heni Hamidah dalam jumpa pers di kantor Kemlu RI, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Heni mengatakan rangkaian serangan tersebut berdampak signifikan terhadap operasional penerbangan, terutama di wilayah Riyadh. Sementara itu, penerbangan di Bandara Jeddah dan Madinah masih beroperasi normal.

"Rangkaian serangan tersebut berdampak signifikan terhadap operasional penerbangan, khususnya penerbangan di wilayah Riyadh. Namun demikian, untuk penerbangan di bandara di Jeddah dan Madinah, sampai saat ini masih beroperasi normal," katanya.

ADVERTISEMENT

Heni juga memastikan jemaah umrah asal Indonesia di Arab Saudi dalam kondisi aman. Saat ini, terdapat sekitar 49 ribu anggota jemaah umrah di negara tersebut.

"Saat ini di Arab Saudi terdapat 49 ribu jemaah umrah dan semuanya dalam keadaan aman. KJRI sendiri, KJRI Jeddah, piket di bandara ini 24 jam untuk memantau apabila ada jemaah yang stranded atau terdapat gangguan penerbangan," imbuhnya.

Sebelumnya, Bandara Internasional King Fahd di Dammam, Arab Saudi, kembali diserang. Serangan itu menewaskan satu orang.

Dilansir Al Jazeera dan Reuters, Kamis (22/10), serangan itu juga mengakibatkan 8 orang terluka. Otoritas Umum Penerbangan Sipil melalui akun X resminya mengatakan serangan itu mengakibatkan kerusakan material.

Belum ada penjelasan lebih terperinci terkait peristiwa tersebut. Saat ini kerusakan material tersebut sedang dalam tahap penilaian.

Sementara itu, juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman, Brigadir Jenderal Turki al-Malki, mengatakan sistem pertahanan udara telah mencegat dan menghancurkan empat pesawat nirawak (drone) di Provinsi Timur, Arab Saudi.

Tonton juga video "Kemlu: Belum Ada Informasi WNI Jadi Korban Kebakaran Bar di Bangkok"

(amw/amw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini