Lalu apa yang menyebabkan Bhutto tewas? Belum ada konfirmasi resmi baik dari pemerintah Pakistan maupun keluarga Bhutto. Tetapi, sejumlah saksi mata mengatakan, mantan PM Benazir Bhutto tewas setelah ditembak di bagian leher dan dadanya setelah menghadiri rapat akbar di kota Rawalpindi.
Berikut kronologi tewasnya Benazir Bhutto menurut versi anggota partai pimpinan Bhutto, Mohammad Zaman, seperti dilansir AFP, Jumat (28/12/2007):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acara yang dihadiri ribuan pendukung Bhutto tersebut berlangsung aman dan terkendali. Setelah acara usai, Bhutto turun dari panggung sambil diiringi sekitar 7 pengawalnya menuju mobilnya yang berjarak sekitar 50 meter.
Sampai di situ, senyum Bhutto masing mengembang sambil terus melambaikan tangan ke arah pendukungnya. Wanita berumur 54 tahun itu lalu masuk ke dalam mobil Land Cruiser putih.
Mobil yang ditumpangi Bhutto pun berjalan perlahan menembus kerumunan pendukungnya. Petaka dimulai saat Bhutto kembali menyapa pendukungnya lewat atas sun roof mobilnya.
"Dia muncul dari dalam (mobil), kami mendengar tiga tembakan. Setelah itu bom meledak," kata anggota partai pimpinan Bhutto, Mohammad Zaman, yang berada di lokasi ketika tragedi itu terjadi.
Identitas pelaku pembunuhan masih misterius. Setelah menembak Bhutto, pelaku lalu memicu bom yang dililitkan di jaketnya, dan duarr! Dua puluh orang pendukung Bhutto tewas.
Bhutto dilarikan ke RS di Rawalpindi dengan luka tembakan di leher dan dada. Tim dokter sudah berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan PM wanita pertama Pakistan ini.
Namun takdir berkata lain. Ibu 3 anak itu menghembuskan nafas terakhirnya pukul 18.16 waktu setempat.
Rencananya Bhutto akan dikebumikan di pemakaman keluarganya di Larkana, Jumat (28/12/2007). Saat ini jenazah sudah berada di kota Sukkur setelah diterbangkan dari Islamabad dan baru akan dimakamkan siang nanti.
Kedatangan Bhutto dari pengasingannya 18 Oktober 2007 disambut upaya serangan pembunuhan. Beruntung Bhutto selamat, tetapi 139 pendukungnya tewas karena 2 serangan bom bunuh diri itu. (gah/nrl)











































