Karhutla Meluas, 4 Pintu Wisata TN Tanjung Puting Ditutup Mulai 24 Oktober

Karhutla Meluas, 4 Pintu Wisata TN Tanjung Puting Ditutup Mulai 24 Oktober

Sigit Pamungkas - detikNews
Kamis, 22 Okt 2026 12:25 WIB
Kebakaran hutan di Taman Nasional Tanjung Puting memaksa penutupan empat pintu masuk mulai 24 Oktober. (Istimewa)
Foto: Kebakaran hutan di Taman Nasional Tanjung Puting memaksa penutupan empat pintu masuk mulai 24 Oktober. (Istimewa)
Kotawaringin Barat -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah, berdampak pada akses wisata. Empat pintu masuk di TNTP ditutup sementara mulai Sabtu (24/10/2026).

"Penutupan mulai berlaku pukul 08.00 WIB hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Empat akses yang terdampak yakni pintu masuk Tanjung Harapan, Natai Lengkuas, Sungai Buluh Besar, dan Sungai Buluh Kecil," ujar Kepala Balai Taman Nasional Tanjung Puting, Yohan Hendratmoko, dilansir detikKalimantan, Rabu (21/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebijakan ini diterapkan sebagai bagian dari langkah pengendalian karhutla di kawasan konservasi. Pembatasan kunjungan diharapkan mendukung penanganan kebakaran sekaligus mengurangi aktivitas yang berpotensi mengganggu upaya pengamanan kawasan.

"Meski demikian, pengelola tidak menutup seluruh jalur wisata di TNTP. Pengunjung masih diperbolehkan melakukan perjalanan menuju Pondok Tanggui dan Camp Leakey sesuai ketentuan yang berlaku," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Wisatawan yang telah merencanakan perjalanan ke TNTP diimbau memeriksa kembali tujuan dan akses yang akan dilalui sebelum berangkat. Pengunjung juga perlu mengikuti arahan petugas agar kegiatan wisata tidak menghambat upaya pengendalian kebakaran.

Pengelola meminta masyarakat, wisatawan, dan pelaku jasa wisata mematuhi kebijakan penutupan tersebut. Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai waktu pembukaan kembali empat pintu masuk yang ditutup sementara.

"Selain membatasi kunjungan, pengelola mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran," ucap Yohan.

Baca selengkapnya di sini

Simak juga Video 'Parlemen Malaysia Protes Soal Karhutla Pakai Bahasa Jawa':

(idh/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini