Presiden Prabowo Subianto memimpin sidang kabinet paripurna dalam rangka dua tahun pemerintahannya. Prabowo menyampaikan arahan langsung ke jajaran anak buahnya dalam sidang kabinet.
Banyak isu yang menjadi atensi Prabowo. Dari penanganan bencana karhutla, masalah penyelundupan, hingga pentingnya kesehatan seluruh anggota kabinetnya.
Berikut arahan-arahan Prabowo dalam pembukaan sidang kabinet paripurna dirangkum detikcom.
1. Perintahkan Usut Karhutla
Prabowo mengungkapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia tidak semata-mata disebabkan oleh faktor alam. Ia menyebut terdapat dugaan campur tangan manusia.
"Saudara-saudara, ternyata hasil penyelidikan kita di lapangan bahwa fenomena karhutla tidak semata mata alamiah. Ada campur tangan manusia dan menurut saya harus kita sikapi dengan hati-hati, dengan teliti," kata Prabowo dalam taklimatnya di sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10).
Termasuk, katanya, ada keterlibatan sejumlah korporasi di balik karhutla. Ia meminta Polri, Kejaksaan Agung, hingga kementerian terkait untuk mengusut tuntas.
"Saya minta kepolisian, kejaksaan, Kementerian Kehutanan dibantu TNI, dibantu intelijen, untuk selidiki, karena ternyata banyak korporasi-korporasi ikut bertanggung jawab," ujarnya.
Prabowo lantas menyinggung banyaknya oknum sengaja membakar yang ditemukan oleh rakyat. Ia menyebut pembakaran lahan merupakan terorisme lingkungan yang tak boleh dianggap remeh.
"Rakyat juga menangkap berbagai oknum yang sengaja membakar yang bisa kita anggap ini adalah terorisme lingkungan. Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan, karena apa yang mereka lakukan membahayakan kesehatan jutaan rakyat kita," ujarnya.
Prabowo memastikan akan bertindak tegas kepada para oknum yang sengaja melakukan pembakaran lahan. Prabowo akan mencabut semua izin perusahaan yang melanggar.
"Kita tidak boleh menganggap ini remeh, kita akan sekarang masif menangani itu, tapi kita juga akan mengusut sampai tuntas, dan kali ini, maaf, kita tidak bisa lagi bertindak dengan biasa-biasa saja," lanjutnya.
"Kalau bukti sudah jelas, kita akan bertindak, kita akan cabut semua izin perusahaan yang melanggar. Dan bagi negara negara tertentu yang suka menghina bangsa Indonesia, pada saatnya kita akan buka perusahaan-perusahaan," lanjut Prabowo.
(fca/fca)