Sharif Tuntut Musharraf Turun dan Ancam Boikot Pemilu

Sharif Tuntut Musharraf Turun dan Ancam Boikot Pemilu

- detikNews
Jumat, 28 Des 2007 01:43 WIB
Islamabad - Berbagai kecaman terhadap Presiden Pakistan Pervez Musharraf muncul setelah pembunuhan Bhutto. Musharraf dianggap bertanggung jawab atas ketidakstabilan di Pakistan.

Oleh karena itu, Musharraf diminta segera mundur dari posisinya. "Saya menuntut Musharraf segera mundur tanpa ditunda-tunda. Ini untuk menyelamatkan Pakistan," kata mantan PM Pakistan Nawaz Sharif seperti dilansir AFP, Kamis (27/12/2007).

Pria yang juga akan maju dalam pemilu Januari 2008 mendatang ini juga menyebut Musharraf sebagai sumber masalah di Pakistan. "Dia adalah ancaman stabilitas di Pakistan dan sumber semua masalah negara ini," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya itu, Sharif juga mengancam akan mengganggu proses pemilu. Ia meminta partainya untuk tidak mengikuti pemilu parlemen bulan depan.

Jika pemilu terhambat, maka dapat dipastikan pesta demokrasi yang sudah lama diidamkan rakyat Pakistan akan terhalangi. Pakistan terakhir kali menggelar pemilu untuk memilih perdana menteri pada tahun 1997.

Pada tahun 1997 Nawaz Sharif memenangi pemilu tersebut. Sayang, pada 12 Oktober 1999 sebuah kudeta yang dilakukan Pervez Musharraf sukses menggulingkan Sharif.

Hingga kini Pakistan belum pernah lagi menggelar pemilu perdana menteri. Posisi tertinggi Pakistan dipegang Musharraf, sementara posisi PM diisi pejabat sementara Mohammedmian Soomro.
(gah/anw)


Berita Terkait