Hubungan Pakistan-AS Terancam Akibat Tragedi Bhutto

Hubungan Pakistan-AS Terancam Akibat Tragedi Bhutto

- detikNews
Jumat, 28 Des 2007 01:10 WIB
Islamabad - Tewasnya pemimpin kelompok oposisi Benazir Bhutto tidak hanya berdampak pada kondisi dalam negeri Pakistan. Tragedi ini bisa merusak hubungan Pakistan dengan Amerika Serikat.

Kemungkinan buruknya adalah negeri yang saat ini dipimpin George W Bush itu menjatuhkan sanksi pada Pakistan. Apalagi beberapa waktu lalu Menlu AS Condoleeza Rice sempat menyampaikan ancaman pada Presiden Pervez Musharraf.

Ancaman tersebut berisi AS siap menjatuhkan sanksi politik bila Musharraf tidak menyediakan ruang demokrasi pada Bhutto. Nasib hubungan Pakistan-AS tampaknya bergantung pada dialog Bush yang akan berbicara langsung dengan Musharraf lewat telepon setelah tewasnya Bhutto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sedang berusaha merancang pembicaraan lewat telepon antara Bush dengan Musharraf. Bush mau berbicara dengannya hari ini juga," kata jubir gedung putih Scott Stanzel seperti yang diberitakan AFP, Kamis (27/12/2007).

Kemungkinan sanksi AS terhadap Pakistan dapat saja menjadi kenyataan. Apalagi Bhutto disebut-sebut sebagai tokoh yang akan membawa demokrasi ke Pakistan.

Dalam pernyataan resminya, Bush menyebut pembunuhan Bhutto sebagai tindakan pengecut. Pelaku menembak leher dan dada Bhutto sebelum akhirnya meledakkan dirinya sendiri.
(gah/gah)


Berita Terkait