Jakarta - Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan waktu musim hujan di Indonesia mengalami kemunduran. BMKG mewanti-wanti hujan ekstrem pada akhir dan awal tahun nanti.
"Gini, kalau untuk musim hujan, ya, jadi, kalau masuknya musim hujan, karena ini kebetulan kemarau kita ini bertepatan dengan El Nino sangat kuat, maka masuknya musim hujan agak mundur," kata Faisal di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
BMKG memprediksi awal musim hujan terjadi mulai November hingga Desember 2026. Di fase tersebut hujan turun dengan intensitas
"Kemudian nanti kira-kira banyaknya masuknya di bulan November hingga Desember. Kemudian yang menjadi permasalahan adalah puncak musim hujan nanti ada di 3 bulan: Desember, Januari, dan Februari," ucap Faisal.
"Sifat hujannya normal, artinya curah hujan yang akan jatuh sama dengan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir, tapi periodenya lebih pendek," tambahnya.
BMKG memberikan catatan puncak musim akan terjadi pada akhir 2026 dan awal 2027. Ia mengingatkan pentingnya antisipasi bencana banjir hingga longsor dari sekarang.
El Nino Bikin Musim Hujan Mundur
Sebelumnya, BMKG menyebut awal musim hujan di Indonesia mundur atau datang lebih lambat. Hal ini disebabkan fenomena El Nino.
"Kombinasi fenomena El Nino dan IOD (Indian Ocean Dipole) yang terjadi bersamaan ini memperparah dan memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat," ujar Kepala BMKG Faisal Teuku Faisal Fathani pada konferensi pers 'Prediksi Musim Hujan' di gedung MHEWS BMKG, Jakarta, seperti dilihat pada siaran pers BMKG, pada Selasa (22/9/2026).
BMKG memprediksi awal musim hujan periode 2026-2027 di 529 Zona Musim (ZOM) atau 61,08% wilayah Indonesia akan mengalami kemunduran dari rerata klimatologisnya. Fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) di samudra sekitar Indonesia berdampak berkurangnya curah hujan.
"Awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat atau mundur, yaitu di 529 zona musim (ZOM) atau 61,08% luas daratan Indonesia," terang Faisal.
Selain itu, BMKG menyebut dampak fenomena El Nino 2026 kian luas dan memperparah kekeringan di Indonesia.
Tercatat, sebanyak 25 provinsi di Tanah Air kini telah mengalami hari tanpa hujan (HTH) ekstrem terpanjang.
Di tengah kondisi tersebut, HTH ekstrem panjang masih terpantau di sejumlah provinsi. DI Yogyakarta mencatat periode tanpa hujan terpanjang, yakni 161 hari, disusul Jawa Tengah selama 160 hari dan Jawa Timur selama 159 hari.
Berikut daftar provinsi dengan HTH ekstrem panjang berdasarkan data BMKG hingga 10 Oktober 2026:
1. DI Yogyakarta: 161 hari
2. Jawa Tengah: 160 hari
3. Jawa Timur: 159 hari
4. Nusa Tenggara Timur: 148 hari
5. Nusa Tenggara Barat: 145 hari
6. Bali: 143 hari
7. Jawa Barat: 140 hari
8. Banten: 137 hari
9. Sulawesi Selatan: 132 hari
10. Maluku: 124 hari
11. Kepulauan Bangka Belitung: 123 hari
12. Sulawesi Tenggara: 119 hari
13. Kalimantan Selatan: 118 hari
14. Sulawesi Utara: 118 hari
15. Sulawesi Barat: 118 hari
16. Kalimantan Tengah: 117 hari
17. Lampung: 116 hari
18. Maluku Utara: 116 hari
19. DKI Jakarta: 109 hari
20. Sumatera Selatan: 106 hari
21. Papua Barat: 100 hari
22. Papua: 92 hari
23. Sulawesi Tengah: 81 hari
24. Jambi: 80 hari
25. Kalimantan Timur: 79 hari
BMKG mengimbau wilayah yang mengalami kekeringan untuk tetap menghemat penggunaan air. Sementara itu, wilayah yang sering diguyur hujan diharapkan memastikan selokan tetap bersih agar aliran air lancar. Tetap waspada dan siaga.
Saksikan informasi selengkapnya hanya di program detikPagi edisi Kamis (22/10/2026). Nikmati terus menu sarapan informasi khas detikPagi secara langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 08.00-11.00 WIB, di 20.detik.com, YouTube dan TikTok detikcom. Tidak hanya menyimak, detikers juga bisa berbagi ide, cerita, hingga membagikan pertanyaan lewat kolom live chat.
"Detik Pagi, Jangan Tidur Lagi!"
(Trypama Randra/Trypama Randra)
Detik Pagi
Waspada Hujan Ekstrem di Penghujung Tahun
Kamis, 22 Okt 2026 07:58 WIB
BAGIKAN
BAGIKAN