Sebelum Ditembak, Bhutto Sempat Sapa Massa dari Atap Mobil

Sebelum Ditembak, Bhutto Sempat Sapa Massa dari Atap Mobil

- detikNews
Jumat, 28 Des 2007 00:59 WIB
Sebelum Ditembak, Bhutto Sempat Sapa Massa dari Atap Mobil
Jakarta - Mobil Land Cruiser warna putih yang ditumpangi mantan Perdana Menteri (PM) Pakistan Benazir Bhutto memiliki sun roof. Setelah masuk ke dalam mobil itu, Bhutto berdiri dari dalam mobil dan setengah badannya menyembul dari sun roof mobil itu. Bhutto menyapa massanya sebelum tewas ditembak.

Massa Bhutto yang datang ke tempat kampanye di sebuah taman di Rawalpindi, kota di dekat Islamabad, Pakistan itu, memang sangat banyak. Ribuan orang menghadiri kampanye dan mendengarkan orasi Bhutto, Kamis (27/12/2007).

Bhutto yang saat berorasi mengenakan baju muslimah warna ungu dengan kerudung warna putih berorasi berapi-api. Massa pendukungnya yang memadati taman menyambut orasi Bhutto dengan antusias.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika Bhutto selesai orasi, sambutan massa terhadapnya juga masih dahsyat. Begitu turun dari panggung, Bhutto dengan dikawal para pengawalnya menuju mobil Land Cruiser warna putih yang berada di dekat pintu masuk taman.

Saat berjalan menuju mobilnya, Bhutto juga sempat melambaikan tangannya dan memberikan senyumannya kepada para pendukungnya. Sesampai di mobil, Bhutto masuk ke bangku bagian belakang. Seperti diberitakan BBC, Kamis (27/12/2007), saat itu, massa menyemut di sekitar mobil Land Cruiser yang membawanya.

Nah, sambil mobil bergerak pelan, karena massanya masih mengelu-elukannya, Bhutto pun kemudian berdiri. Kepala dan sebagian badan Bhutto menyempul dari balik sun roof. Bhutto melambaikan tangan kepada para pendukungnya.

Tak lama kemudian, tembakan sebanyak tiga kali terdengar begitu cepat. Peluru mengenai leher dan dada Bhutto. Belum diketahui secara persis apakah Bhutto ditembak oleh penyerang saat pemimpin oposisi Pakistan itu masih menyembulkan kepala dan badannya di sun roof mobil atau tidak.

Yang jelas, akibat tembakan itu, Bhutto terkapar. Para pendukung langsung melarikan Bhutto ke RS. Namun, nyawa Bhutto tidak tertolong. Tidak lama setelah tembakan terjadi, bom meledak. Kawasan di dekat Rawalpindi pun luluh lantak. Sedikitnya 20 orang tewas dan banyak orang yang terluka parah. (asy/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini