Kepastian ini disampaikan Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto dalam jumpa pers bersama usai diterima Presiden SBY di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (27/12/2007) pukul 23.20 WIB. Ikut mendampingi Djoko Soeyanto adalah Jenderal Djoko Santoso, Letjen Agustadi, dan Marsdya Subandrio.
Untuk diketahui, Agustadi ditunjuk sebagai KSAD, karena KSAD Jenderal Djoko Santoso telah ditetapkan sebagai Panglima TNI yang baru menggantikan Marsekal Djoko Soeyanto. Djoko Soeyanto memasuki masa pensiun. Sementara Subandrio ditunjuk sebagai KSAU menggantikan Marsekal Herman Prayitno yang juga telah memasuki pensiun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah barang tentu Presiden mengedepankan berbagai kriteria dan mempertimbangkan berbagai aspek mulai dari kapabilitas, akseptabilitas, dan bagaimana mereka berhubungan dengan para counterpartnya. Semua kriteria itu ada pada mereka," ujar mereka.
Djoko Soeyanto sempat ditanya mengenai isu tarik ulur penetapan calon KSAD yang memerlukan pertemuan khusus di Cipanas. Atas pertanyaan ini, Djoko Soeyanto menjelaskan bahwa Presiden mengambil keputusan ini dengan berbagai aspek dan mendengarkan pertimbangan dari otoritas militer, dalam hal ini, kepala staf, dan panglima TNI.
"Dengan Wapres, pasti ada komunikasi. Tapi saya tidak melihat hal itu sebagai tarik ulur. Kita tidak sedang menaikkan layangan. Tapi, pengembangan TNI ke depan," ujar dia.
Selanjutnya, menurut Djoko, SBY menyampaikan sejumlah pesan kepada Panglima TNI, KSAD, dan KSAU yang baru. Sedikitnya, ada 7 pesan yang disampaikan SBY.
1. Menjalankan amanah sebaik-baiknya
2. Panglima TNI, kepala staf dan Presiden harus dalam jalur komando yang utuh dan solid.
3. Menghidupkan kehidupan TNI pada tataran yang tepat dalam era demokrasi di tengah masyarakat
4. Tugas ke depan masih berat. Suhu politik makin menghangat dengan adanya Pilkada dan Pemilu 2009. Presiden berpesan agar menjaga netralitas dan tetap waspada.
5. Menjaga hubungan antarlembaga, baik di dalam dan luar negeri
6. Mempersiapkan calon pemimpin yang akan datang.
7. Menyempurnakan hal-hal yang belum tercapai selama ini.
(asy/asy)











































