Sikap pemerintah Indonesia ini disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam jumpa pers di depan ruang tamu Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (27/12/2007) pukul 22.40 WIB. SBY didampingi Menlu Hassan Wirajuda.
Sebelum menyampaikan jumpa pers ini, SBY memanggil mendadak Hassan Wirajuda. Pertemuan SBY dengan Hassan Wirajuda berlangsung hampir satu jam. Dalam pertemuan itu, SBY meminta informasi mengenai kasus pembunuhan terhadap Benazir Bhutto.
Dalam jumpa pers ini, SBY juga mengutuk aksi-aksi kekerasan yang menewaskan pendukung Benazir Bhutto dan Nawaz Sharif. "Pemerintah RI turut berduka cita atas tragedi ini, baik kepada keluarga almarhumah maupun bangsa Pakistan," ucap SBY.
Presiden SBY berharap ketertiban di Pakistan bisa segera dipulihkan. "Hukum ditegakkan dan demokrasi diteruskan. Kita berharap peristiwa ini tidak memperburuk perpecahan bangsa Pakistan. Sangat tragis peristiwa ini, Mantan Perdana Menteri Benazir Bhutto tewas ketika yang bersangkutan sedang menunaikan hak politiknya," kata SBY. (asy/asy)










































