"Kita tidak boleh memaksakan apalagi bertindak anarkis kepada mereka yang berbeda keyakinan," ujar Presiden SBY dalam acara perayaan Natal nasional 2007 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (27/12/2007) malam.
Menurut SBY, pembangunan keagamaan adalah menciptakan masyarakat bermoral dan memahami realitas adanya keberagaman. Perbedaan harus ditempatkan sebagai keyakinan yang dihormati dengan lapang dada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut SBY mengatakan Natal memiliki pesan universal atas nilai keadilan, kebersamaan dan harapan baru. Perdamaian dibutuhkan untuk mencegah konflik berkepanjangan di dalam masyarakat.
"Tidak ada penindasan yang kuat kepada yang lemah dan masyarakat bisa bekerjasama dengan harmonis," kata dia.
Acara ini juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan para menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Sejumlah tokoh agama juga hadir.
(fay/asy)











































