SBY Minta Umat Beragama Tidak Saling Memaksakan

SBY Minta Umat Beragama Tidak Saling Memaksakan

- detikNews
Kamis, 27 Des 2007 21:29 WIB
Jakarta - Perbedaan suku, agama, golongan dalam bangsa Indonesia harus disikapi sebagai anugerah. Presiden SBY meminta umat beragama hidup harmonis tanpa saling memaksakan.

"Kita tidak boleh memaksakan apalagi bertindak anarkis kepada mereka yang berbeda keyakinan," ujar Presiden SBY dalam acara perayaan Natal nasional 2007 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (27/12/2007) malam.

Menurut SBY, pembangunan keagamaan adalah menciptakan masyarakat bermoral dan memahami realitas adanya keberagaman. Perbedaan harus ditempatkan sebagai keyakinan yang dihormati dengan lapang dada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemerintah mendorong umat mengedepankan dialog untuk membina kerukunan dan mencegah rasa saling curiga antar umat," kata dia.

Lebih lanjut SBY mengatakan Natal memiliki pesan universal atas nilai keadilan, kebersamaan dan harapan baru. Perdamaian dibutuhkan untuk mencegah konflik berkepanjangan di dalam masyarakat.

"Tidak ada penindasan yang kuat kepada yang lemah dan masyarakat bisa bekerjasama dengan harmonis," kata dia.

Acara ini juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan para menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Sejumlah tokoh agama juga hadir.
(fay/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads