Hal itu diungkapkan Sukatno kepada detikcom di rumah salah seorang kerabatnya di Dusun Semangin Desa Sendangmulyo Kecamatan Tirtomoyo Wonogiri, Kamis (27/12/2007).
"Kami sekeluarga semuanya selamat setelah bisa menjebol kayu reng dan usuk atap dan genting," kata Katno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bersama istri dan anak tidak bisa menyelamatkan diri. Saat hendak lari menuju pintu, rumah sudah ambruk dan listrik mati. Tubuh saya tertimpa kayu dan almari," katanya.
Dengan kekuatan yang ada, Katno mencoba merangkak di antara puing-puing kayu rumah tanpa menghiraukan rasa sakit, sambil mencari istri dan anak semata wayangnya. Dengan kepala, dia berhasil mencari celah dengan menjebol kayu dan genting sehingga badannya bisa keluar.
Setelah ada jalan keluar, dia langsung membopong anaknya yang masih berusia 9 tahun. Doni yang duduk kelas 3 SD itu oleh Katno dibawa keluar dan kemudian didudukkan di atas batang pohon jati yang roboh menimpa rumahnya.
"Dia hanya diam saja dan ketakutan. Setelah itu saya mengambil istri saya yang terluka di bagian punggung dan kepala," katanya.
Dalam keadaan masih hujan dan gelap, Katno bersama anak dan istrinya kemudian ditolong tetangganya ke tempat yang aman. Istrinya dilarikan ke RSUD Wonogiri untuk dirawat karena luka memar tertimpa kayu.
"Batu-batuan besar yang ada di atas bukit turun sampai belakang rumah saya. Semua perabot hancur tanpa sisa. Kami juga baru tahu kalau keluarga Pak Tarmin dan Bu Suliyem hilang setelah pagi hari dicari tidak ketemu," ungkap Katno. (bgs/djo)











































