" Tidak mudah mengejar T karena penghuni lapas banyak dan belum tentu nama T adalah yang dimaksud," ujar kanit IV Narkoba Mabes Polri, Kombes Pol Siswandi di markas BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Kamis, (27/12/2007).
Kasus ini pertama terungkap pada Senin, 24 Desember 2007. Saat itu David tertangkap dengan barang bukti yang diakuinya hanya 325 butir ekstasi. Tapi setelah dihitung-hitung, ternyata jumlahnya 650 butir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat kosan Widi digeledah, dia sedang pesta narkoba bersama E, L dan N. Widi membelinya dari Syam. "Syam kurang (barang), dia mencari dan mengantar, kemudian ketangkap," tambah Siswandi.
Dari Syam, tertangkaplah B yang merupakan alumni LP Salemba. "Dari B lah, dia mengoceh mendapat barang dari T yang hingga kini masih dikejar, " pungkasnya.
(asp/ana)











































