Survei LRI: SBY Masih Populer

Survei LRI: SBY Masih Populer

- detikNews
Kamis, 27 Des 2007 17:17 WIB
Jakarta - Menurut jajak pendapat yang digelar minggu ketiga Desember 2007, SBY masih cukup populer. Saingan terberatnya adalah Ketua Umum PDIP Megawati.

Hal ini merupakan hasil polling nasional yang diselenggarakan oleh Johan Polling dari Lembaga Riset Informasi (LRI) terhadap 1.600 responden dari Aceh sampai Papua.

Dijelaskan oleh Direktur Eksekutif Johans Polling, Johan O Silalahi, SBY mendapatkan persentase sebesar 43,3 persen. Menyusul di urutan kedua dangan selisih yang cukup jauh adalah Megawati sebesar 13,5 persen. Kemudian Sri Sultan Hamengkubuwono X sebesar 10,3 persen, dan Wiranto hanya 4,3 persen. Sedangkan Jusuf Kalla, Gus Dur, Sutiyoso dan Din Syamsuddin hanya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,9 persen.

Survei dilaksanakan pada awal Desember 2007 dengan mengambil sampel dari polulasi penduduk Indonesia yang berusia 15 tahun ke atas atau sudah menikah.

Dari 162 juta sample, dipilih secara acak 1.600 responden yang mewakili sampel.

"Responden ini valid karena kami menggunakan teknik dengan penggunaan rumus yang tepat," ujar Johan dalam jumpa pers di Hotel Nikko, Jakarta Pusat, Kamis (27/12/2007).

Untuk sosok wakil presiden, masyarakat masih menginginkan Jusuf Kalla dengan persentase sebesar 14 persen. Namun Kalla mendapat saingan kuat dari Sri Sultan Hamengkubuwono X sebanyak 13,7 persen, disusul Wiranto 7,6 persen, Sutiyoso 5,6 persen, Din Syamsuddin 4,9 persen dan Megawati 4,0 persen.

Namun sejumlah responden yag tidak menjawab pertanyaan pada polling cukup tinggi yaitu sekitar 26,8 persen.

"Jadi kemungkinan bisa saja ada tokoh lain yang diinginkan masyarakat," imbuh Johan.

Mengenai faktor-faktor yang masih dipertimbangkan pemilih dalam memilih sosok presiden, responden tidak mempermasalahkan tua-muda, militer-sipil, laki-laki-perempuan dan Jawa-luar Jawa.

Sementara untuk Islam dan non Islam, responden cenderung menganggap penting faktor Islam dan non Islam.

"Ini menggambarkan karakteristik responden yang sebagian besar beragama Islam," ujar Johan.

Ketika dikonfirmasi wartawan mengenai lembaga survei yang dibentuknya terkait dengan orang tertentu, Johan membantahnya. Menurutnya, pendirian LRI dan Johanpolling untuk memberi alternatif lembaga survei yang ada saat ini.

Ditambahkan Johan, sumber pendanaan berasal dari kegiatan usaha Johan Fondation yang bergerak di bidang riset, ekonomi dan bisnis.

"Untuk menyelenggarakan polling, dananya disubsidi silang dari keuntungan komersil yang kita dapat," kata Johan. (nik/nrl)


Berita Terkait