"Kalau tidak bermanfaat kenapa pilih nuklir," kata Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Hudi Hastowo, di kantornya, Puspiptek, Serpong, Tangerang, Kamis (27/12/2007).
Hudi menuturkan, bom atom yang terjadi di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, telah membuat masyarakat takut pada nuklir. Padahal jika dikembangkan, nuklir dapat difungsikan sebagai tenaga listrik yang tidak menghasilkan gas rumah kaca, sehingga mengurangi efek rumah kaca di bumi dan ramah lingkungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hudi mengakui nuklir memiliki dampak bagi manusia salah satunya adalah radiasi. Namun, dia memastikan radiasi tidak akan menyebar jika dilakukan penghitungan yang teliti.
"Betul ada radiasi, tapi semua bisa dihitung jumlahnya. Makanya untuk mengembangkan nuklir harus ada jaminan kualitas dan analisis keselamatan," imbuh Hudi.
Saat ini, pembangkitan tenaga listrik dengan menggunakan sumber energi nuklir terus mengalami perkembangan khususnya di Eropa dan Amerika Serikat. Di Asia pun peningkatan terjadi secara signifikan.
Negara-negara yang termasuk memiliki industri nuklir antara lain Jepang, Perancis, Inggris, India, dan Pakistan.
Sedangkan kegiatan nuklir di Indonesia sudah dimulai sejak tahun 1965 dengan pengoperasian reaktor TRIGA (Training Research and Isotope Production by General Atomic).
(ptr/nrl)











































