×
Ad

Detik Pagi

Prancis Perketat Keamanan, Jam Malam Diperluas ke Sejumlah Wilayah

Trypama Randra - detikNews
Rabu, 21 Okt 2026 07:58 WIB
Foto: Maulana Irsyad/detikcom
Jakarta - Otoritas Prancis memperluas pemberlakuan jam malam menyusul unjuk rasa memprotes meningkatnya biaya hidup, yang diwarnai kerusuhan dan penjarahan. Jam malam yang sebelumnya hanya diberlakukan di area Ibu Kota Paris, kini juga diberlakukan di area Nice, Lyon, dan sebagian wilayah Gironde.

Di Paris, seperti dilaporkan stasiun televisi Prancis, BFMTV, dan dilansir Anadolu Agency, Selasa (20/10/2026), jam malam akan diberlakukan mulai pukul 22.00 waktu setempat hingga pukul 06.00 waktu setempat di sekitar Place de la Republique dan ruas jalanan di kawasan Les Halles.

Jam malam itu berlaku untuk seluruh penduduk, bukan hanya untuk anak di bawah umur. Larangan unjuk rasa di sejumlah kawasan di Paris juga diumumkan, yang akan diberlakukan mulai pukul 20.00 waktu setempat hingga pukul 06.00 waktu setempat.

Di Lyon, jam malam akan diterapkan mulai pukul 21.00 waktu setempat hingga pukul 06.00 waktu setempat di sebagian wilayah Presqu'ile, yang merupakan pusat kota tersebut.

Wali Kota Nice, Eric Ciotti, mengumumkan pemberlakuan jam malam di wilayahnya, yang berlaku untuk anak di bawah umur, mulai pukul 21.00 waktu setempat hingga pukul 06.00 waktu setempat di jalanan pusat kota.

Ciotti mengatakan langkah ini bertujuan melindungi warga, sembari menyebut keberadaan 'gerombolan perusuh yang berkeliaran di jalanan' pada akhir pekan lalu.

Sementara itu, di area Gironde, Prancis bagian barat daya, jam malam akan diberlakukan bagi anak di bawah umur yang tidak didampingi wali yang sah. Jam malam di Gironde berlaku mulai pukul 22.00 waktu setempat hingga pukul 07.00 waktu setempat, hingga 26 Oktober mendatang.

Menurut otoritas Gironde, kebijakan ini mencakup wilayah-wilayah yang paling terdampak aksi penjarahan dan vandalisme pada 17 Oktober lalu, saat unjuk rasa marak.

Pembatasan ini diberlakukan seiring dengan langkah otoritas di berbagai wilayah Prancis untuk menerapkan jam malam dan tindakan keamanan lainnya, menyusul terjadinya kekerasan dan penjarahan dalam unjuk rasa yang berlangsung secara nasional pada akhir pekan lalu, yang tujuannya memprotes kenaikan biaya hidup.

Sebelumnya, atau pada Senin (19/10) malam, otoritas Prancis mengatakan jam malam akan diberlakukan di empat wilayah di Prancis bagian utara, yakni Lille, Douai, Wattignies, dan Denain, selama dua malam. Pemberlakuan jam malam ini telah mendapat persetujuan dari masing-masing wali kota.

Jam malam di wilayah-wilayah itu diberlakukan mulai pukul 20.00 waktu setempat hingga pukul 06.00 waktu setempat. Sedangkan di wilayah Denain, diberlakukan mulai pukul 21.00 waktu setempat hingga pukul 06.00 waktu setempat, hingga 25 Oktober mendatang.

Menlu Pantau Keamanan WNI
Eskalasi unjuk rasa memprotes meningkatnya biaya hidup di Prancis meluas ke berbagai negara Eropa, seperti Italia, Belgia, Portugal, dan Albania.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir atau Tata memastikan pihaknya terus memantau WNI di Eropa, terutama negara yang dilanda kerusuhan.

"Tentu terus kita, tentu terus kita pantau situasi di Eropa, khususnya di Prancis dan beberapa negara lainnya," kata Tata kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tidak ada WNI yang terlibat aksi ricuh di Paris. Kemlu terus memantau perkembangan situasi keamanan di Paris.

"Berdasarkan catatan KBRI Paris, sejauh ini tidak terdapat WNI yang terlibat dalam demonstrasi," ujar Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Heni Hamidah dalam keterangannya, Minggu (18/10).

KBRI Paris mengimbau WNI di Paris berhati-hati dan selalu memantau perkembangan situasi keamanan.

"KBRI Paris telah menyampaikan imbauan kepada seluruh WNI di wilayah kerja agar senantiasa berhati-hati dan mencermati perkembangan situasi keamanan, memantau informasi resmi dari otoritas setempat, menghindari kerumunan, serta menyesuaikan rencana perjalanan sekiranya menemui penutupan jalan dan/atau pengalihan rute," kata Heni.

KBRI Paris, lanjut Heni, akan terus memantau perkembangan situasi keamanan pascademonstrasi dan menjaga komunikasi dengan seluruh WNI. Dalam kondisi darurat, WNI di wilayah akreditasi dapat menghubungi hotline KBRI Paris melalui nomor +33-6-2112-2109.

Sebelumnya, di Prancis, unjuk rasa terjadi di beberapa kota pada Sabtu (17/10) waktu setempat, dengan para demonstran menentang kenaikan biaya hidup dan penurunan kualitas layanan publik.

Aksi protes di beberapa wilayah berubah menjadi kekacauan, dengan kelompok-kelompok garis keras merusak bangunan publik, menjarah butik mewah dan supermarket, dan menyerang kendaraan serta petugas kepolisian.

Aksi lantas meluas ke Italia, Belgia, Portugal, hingga Albania. Meski tidak sebesar unjuk rasa yang menyelimuti Prancis, aksi protes di negara-negara Eropa lainnya itu sempat diwarnai bentrokan antara demonstran dan polisi.

Saksikan pembahasan selengkapnya hanya di program detikPagi edisi Rabu (21/10/2026). Nikmati terus menu sarapan informasi khas detikPagi secara langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 08.00-11.00 WIB, di 20.detik.com, YouTube dan TikTok detikcom. Tidak hanya menyimak, detikers juga bisa berbagi ide, cerita, hingga membagikan pertanyaan lewat kolom live chat.

"Detik Pagi, Jangan Tidur Lagi!"


(Trypama Randra/Trypama Randra)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork