"Para ABK itu dalam pemulangan. Pemerintah Sri Lanka sudah clear bahwa dugaan mengirim senjata untuk Macan Tamil tidak benar," kata Menlu Hasan Wirajuda.
Perkembangan di atas ia sampaikan menjawab pertanyaan wartawan yang mencegatnya usai mengikuti pelantikan 5 orang duta besar luar biasa dan berkuasa penuh baru RI di Istana Negara, Jl. Veteran, Jakarta, Kamis (27/12/2007).
Menurut Menlu, jajarannya tidak mendapat kesulitan memperoleh akses konsuler bagi 12 orang ABK. Sementara menunggu tuntasnya proses pemulangan yang ditanggung pihak agency kapal di Singapura, mereka ditampung di kantor KBRI di Kolombo.
Kapal yang bertolak dari India itu kehabisan BBM dalam perjalanannya menuju Thailand hingga akhirnya terdampar di lepas pantai timur Sri Lanka. Kapal dan seluruh awaknya sempat diperiksa pihak AL Sri Lanka atas dugaan memasok senjata untuk kelompok pemberontak Macan Tamil. (lh/nrl)











































