Wamenag Dorong Pengamalan Ajaran Agama untuk Perkuat Kerukunan Umat

Wamenag Dorong Pengamalan Ajaran Agama untuk Perkuat Kerukunan Umat

Angelina Vioni - detikNews
Selasa, 20 Okt 2026 20:35 WIB
Kemenag
Foto: dok. Kemenag
Jakarta -

Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi'i, menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan ajaran agama masing-masing untuk menjaga kerukunan antarumat beragama. Menurutnya, ketaatan beragama dan kehidupan yang harmonis tidak perlu dipertentangkan, tetapi dapat saling memperkuat dalam masyarakat Indonesia yang beragam.

Romo Syafi'i menjelaskan upaya membangun kerukunan antarumat beragama kini lebih menekankan pentingnya setiap pemeluk agama untuk semakin memahami dan mengamalkan ajaran agamanya. Menurutnya, ajaran agama dapat menjadi landasan bagi bagi umatnya untuk menciptakan kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.

"Kalau ingin kerukunan umat beragama berjalan dengan baik, maka masing-masing penganut agama, mengutip pendapat Pak Menteri, harus semakin dekat dengan agamanya. Jadi, semakin mereka menaati agamanya, semakin bisa diwujudkan kerukunan beragama," ujar Romo Syafi'i dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Capaian Dua Tahun Kemenag mengawal Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, Senin (19/10).

Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan pandangan Presiden Prabowo bahwa agama-agama yang diakui di Indonesia mengajarkan nilai-nilai yang mendorong terciptanya kehidupan harmonis di tengah keberagaman masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Karena Presiden berkeyakinan semua agama yang ada di tanah air ini, memiliki ajaran yang sama tentang keberagaman. Bahwa semua penganutnya diwajibkan membangun harmoni dalam kehidupan yang berbineka," ungkapnya.

Penguatan kerukunan tersebut turut tercermin dalam capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB). Berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag), IKUB meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025 atau naik 1,42 poin.

Capaian IKUB 2025 juga melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 untuk tahun 2025 sebesar 76,77 dan semakin mendekati target akhir periode pada 2029 sebesar 78,25.

Selain peningkatan kerukunan, Kemenag juga mencatat kenaikan Indeks Kesalehan Umat Beragama (IKsUB). Pada 2025, indeks tersebut mencapai 84,20, meningkat 0,36 poin dibandingkan capaian 2024 sebesar 83,84.

Peningkatan kedua indeks tersebut mencerminkan upaya Kemenag dalam memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat, baik melalui pengamalan ajaran agama maupun pemeliharaan kerukunan di tengah keberagaman.

Selain itu, tiga survei Poltracking Indonesia secara konsisten menempatkan upaya menjaga kerukunan umat beragama pada urutan pertama dalam evaluasi keberhasilan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.

Hasil survei tersebut mencatat sebesar 77,8% pada Maret 2026, meningkat menjadi 80% pada Mei, dan berada pada angka 72,5% pada Agustus 2026.

Ia menilai capaian tersebut menunjukkan hasil positif dari upaya penguatan kehidupan beragama dan kerukunan di Indonesia.

"Ternyata hasilnya mendapat persentase paling tinggi sepanjang sejarah kehidupan beragama di Indonesia," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti perhatian Presiden Prabowo terhadap kehidupan keagamaan masyarakat, termasuk penetapan hari besar keagamaan. Ia mengatakan bahwa Presiden bahkan menanyakan secara langsung jadwal ibadah puasa dan Hari Raya Idulfitri sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan umat beragama.

"Beliau menelepon langsung. Kapan puasa, kapan lebaran. Itu saya kira sebuah perhatian sangat serius terhadap kehidupan umat beragama," pungkasnya.

Penguatan pemahaman keagamaan dan pengamalan nilai-nilai harmoni diharapkan terus menjadi bagian dari upaya Kemenag dalam menjaga kerukunan sekaligus memperkuat kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.

Tonton juga video "Angka Jemaah Sakit Minim, Wamenag Puji Skenario Layanan Kesehatan Kemenhaj"

(prf/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini