Menteri Agama Nasaruddin Umar meyakini akan ada kebangkitan Syarikat Islam dalam jilid baru perjuangannya. Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan pada penutupan Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam di Asrama Haji Surabaya, Jawa Timur, hari ini.
Dalam sambutannya, Nasaruddin mengajak seluruh kader Syarikat Islam untuk menengok kembali sejarah panjang organisasi yang berakar dari Serikat Dagang Islam (SDI). Menurutnya, penguatan ekonomi merupakan salah satu kunci penting agar umat Islam mampu membangun kemandirian dan tidak terpinggirkan dalam kehidupan ekonomi nasional.
"Jika kita ingin melihat sejarah pergerakan nasional yang paling pertama, itu adalah Serikat Dagang Islam. Visi para pendahulu kita sangat jelas, bahwa jika ingin memerdekakan umat Islam, caranya adalah melalui penguatan ekonomi agar tidak menjadi kaum yang termarginalkan," ujar Nasaruddin dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasaruddin juga memaparkan langkah Kementerian Agama dalam memperkuat ekosistem ekonomi umat berbasis rumah ibadah dan lembaga pendidikan Islam. Salah satu upaya yang didorong adalah mengoptimalkan potensi masjid dan pesantren sebagai pusat aktivitas ekonomi produktif melalui pengembangan jaringan ritel atau minimarket umat.
Menurutnya, jumlah masjid yang mencapai ratusan ribu serta puluhan ribu pondok pesantren di Indonesia merupakan potensi besar untuk membangun kekuatan ekonomi bersama apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
"Bayangkan jika dari ratusan ribu masjid di Indonesia, sebagian besar memiliki pekarangan atau ruang untuk membangun minimarket umat. Keuntungan dari transaksi tersebut akan kembali berputar untuk kesejahteraan masjid dan jamaah itu sendiri," sambungnya.
Penguatan ekosistem ekonomi berbasis masjid tersebut sejalan dengan sinergi Kementerian Agama dan Kementerian Koperasi dalam mendorong pembentukan koperasi di masjid di seluruh Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghubungkan aktivitas keagamaan dengan kegiatan ekonomi produktif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Ferry Juliantono menegaskan kebangkitan koperasi di Indonesia merupakan bagian dari upaya melanjutkan perjuangan dan cita-cita H.O.S. Tjokroaminoto mengenai sosialisme Islam.
Menurut Ferry, dakwah ekonomi yang diusung Syarikat Islam bertujuan mewujudkan kemerdekaan sejati melalui penguatan ekonomi kerakyatan. Gagasan tersebut berakar pada perjuangan melawan kolonialisme dan imperialisme serta cita-cita membangun tatanan ekonomi yang lebih berkeadilan.
"Tema dakwah ekonomi yang diusung Syarikat Islam bertujuan untuk mewujudkan kemerdekaan yang sejati. Gagasan ini berakar dari ide besar sosialisme Islam yang dicetuskan oleh H.O.S. Tjokroaminoto untuk melawan kolonialisme dan imperialisme pada masa lampau," ujar Ferry.
Ferry juga mengingatkan transformasi sistem ekonomi nasional menuju ekonomi kerakyatan yang berlandaskan Pasal 33 UUD 1945 membutuhkan perjuangan, pengorbanan, dan keterlibatan seluruh elemen bangsa. Karena itu, ia mengajak kader Syarikat Islam untuk berada di garis terdepan dalam mengawal transformasi tersebut serta memperkuat koperasi sebagai instrumen usaha bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia turut mengapresiasi sinergi Kementerian Koperasi dan Kementerian Agama, khususnya melalui kerja sama pengembangan koperasi di masjid-masjid. Menurutnya, organisasi Islam yang didukung ekosistem koperasi dan berbagai instrumen ekonomi umat dapat menjadi kekuatan alternatif untuk mendorong kehidupan masyarakat yang lebih baik.
"Insyaallah itu bisa menjadi ekosistem yang akan mewujudkan ekonomi umat. Organisasi Islam bersama ekosistem koperasi dan seluruh instrumennya bisa menjadi kekuatan alternatif bagi rakyat Indonesia untuk menuju kehidupan yang lebih baik," kata Ferry.
Di sisi lain, Ketua Dewan Pusat Syarikat Islam Hamdan Zoelva menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan program dakwah ekonomi yang telah dirintis organisasi. Ia mengajak seluruh kader untuk memperkuat kembali identitas Syarikat Islam sebagai gerakan dakwah dan ekonomi yang tumbuh dari tradisi kewirausahaan serta perjuangan para pendahulu bangsa.
Hamdan juga menyinggung perjalanan kepemimpinan dan pengembangan organisasi dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, penguatan kembali DNA awal Syarikat Islam sebagai gerakan ekonomi dan dakwah merupakan langkah penting untuk memastikan organisasi tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman.
"Kita fokus pada organisasi dakwah dan kita fokus lagi pada DNA awal lahirnya Syarikat Islam yang direka oleh para pengusaha dan para entrepreneur, yaitu Syarikat Dagang Islam yang kemudian ditumbuhkembangkan oleh H.O.S. Tjokroaminoto," ujar Hamdan.
Penutupan Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 menjadi momentum bagi Syarikat Islam untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan meneguhkan kembali peran dakwah ekonomi dalam pembangunan bangsa. Sinergi antara organisasi Islam, koperasi, masjid, dan pesantren diharapkan dapat memperluas pemberdayaan ekonomi umat, memperkuat kemandirian masyarakat, serta mendorong terwujudnya ekonomi kerakyatan yang berkeadilan.
Sebagai informasi, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Ferry Juliantono dan Ketua Dewan Pusat Syarikat Islam periode 2026-2031, Hamdan Zoelva.
Tonton juga video "Menag Sebut Harta Korupsi Buat Daging Haram dan Tak Masuk Surga"
(akd/ega)









































