Armabar: Kapal Nelayan Ditembak Karena Manuver Mencurigakan

Armabar: Kapal Nelayan Ditembak Karena Manuver Mencurigakan

- detikNews
Kamis, 27 Des 2007 15:24 WIB
Jakarta - Komando Armada Kawasan Barat (Koarmabar) TNI Angkatan Laut menyatakan, penembakan terhadap nelayan KM Subur Baru di perairan Selat Malaka sudah sesuai prosedur. Langkah itu dilakukan karena kapal tersebut melakukan manuver dan tindakan yang mencurigakan.

"Penembakan tersebut itu sudah sesuai dengan tahapan-tahapan dan
prosedur tetap (protap) penghentian, pengejaran, penangkapan terhadap kapal-kapal yang melanggar," kata Kepala Staf Koarmabar Laksamana Pertama TNI Budhi Suyitno.

Budhi menyampaikan hal itu dalam jumpa pers di Markas Koarmabar TNI AL, Jl Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Kamis (27/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budhi menjelaskan, tindakan prajuritnya di lapangan dilakukan mengingat perairan di Selat Malaka, terutama di Sumatera bagian Barat, seperti Peureulak, Aceh Timur, sangat rawan. Kerawanan itu di antaranya, gangguan keamanan terhadap nelayan, perompakan, termasuk penyelundupan senjata.

Menurut Budhi, pada tanggal 24 Desember 2007 pukul 19.00 WIB, KRI Teluk Celukan Bawang-532 yang berisi tujuh orang sedang melakukan operasi Malacca Strait Sea Patrol. Saat berada di posisi 04.55.08 Utara dan 098.56.23 Timur atau di perairan antara Indonesia dan Malaysia, mereka menemukan KM Subur Baru yang sedang melego jangkar.

Namun ketika didekati untuk diperiksa, kapal nelayan yang berisi 37 orang ini langsung melarikan diri dengan kecepatan tinggi. Saat dikejar, kapal itu mematikan lampu, bermanuver zigzag, memutus tali jangkar dan membuang 3 kotak besar berwarna putih ke laut.

"Tindakan kapal nelayan ini memperkuat kecurigaan kita bahwa mereka melakukan pelanggaran di laut," jelasnya.

Kapal nelayan itu sendiri sudah diminta berhenti melalui pengeras suara di KRI Teluk Celukan Bawang. Namun imbauan itu tidak diindahkan, sehingga dilakukan penembakan peringatan sebanyak tiga kali dengan menggunakan senjata AK-47 ke
udara.

Karena tetap tidak dipedulikan, pesonel TNI AL di KRI itu kemudian menembakan meriam kaliber 37 mm sebanyak tiga kali ke arah depan kapal. Masih juga tidak diindahkan, KRI langsung mengarahkan penembakan dengan AK-47 ke di atas anjungan (kamar
kemudi) di kapal nelayan tersebut.

Saat penembakan terjadi, lanjut Budhi, cuaca di perairan tersebut buruk dengan ketinggian ombak dua meter. Sehingga penembakan tersebut menyebabkan tewasnya salah satu ABK dan empat orang lainnya luka-luka.

"Jadi kita bukan menembak kapal yang salah sasaran. Kita tidakย  ingin ada penyelundupan yang dilakukan teroris atau perompak," ujar Budhi. (zal/umi)


Berita Terkait