Provokasi Petasan Berujung Tawuran Membara di Manggarai

Provokasi Petasan Berujung Tawuran Membara di Manggarai

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 20 Okt 2026 06:07 WIB
Kasus tawuran terjadi di dekat Stasiun Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan (Jaksel) kemarin. Enam orang ditangkap polisi pada Minggu (18/10) (ANTARA/Luthfia))
Foto: Tawuran di Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan (Jaksel), Minggu (18/10/2026) berujung aksi pembakaran dan penjarahan warung. (ANTARA/Luthfia))
Jakarta -

Aksi tawuran di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan kembali pecah untuk kesekian kalinya. Diawali provokasi petasan, tawuran kali ini berujung aksi pembakaran salah satu warung milik warga.

Dirangkum detikcom, tawuran kembali pecah pada akhir pekan lalu, Minggu (18/10/2026). Tawuran terjadi tiga gelombang berlangsung sejak dini hari hingga pagi dan menjelang waktu Magrib.

Bukan hanya aksi pembakaran, konter pulsa milik warga juga menjadi sasaran massa tawuran. Sejumlah kartu di konter raib dijarah para pelaku tawuran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyayangkan tawuran masih terus terjadi di kawasan Manggarai. Padahan, sebelumnya pemerintah telah membangun fasilitas publik untuk kegiatan olahraga sesuai permintaan warga.

"Padahal di tempat itu, sesuai dengan pada waktu kunjungan saya ke sana, mereka minta untuk dibangunkan fasilitas publik untuk olahraga, dan sudah kita lakukan itu dari CSR (Corporate Social Responsibility) yang ada," ujar Pramono di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (19/10).

ADVERTISEMENT

Pihak kepolisian turun ke lokasi melakukan penanganan dan mengamankan enam orang pelaku tak lama setelah kejadian. Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga menyepakati pembangunan posko bersama untuk mencegah berulangnya aksi tawuran.

Warung Dibakar dan Dijarah

Insiden tawuran yang terjadi pada Minggu (18/10) itu mengakibatkan warung dirusak dan dibakar. Beberapa unit motor juga menjadi sasaran aksi perusakan.

Tak hanya itu, konter pulsa milik warga juga dijarah oleh kelompok tawuran. Pedagang mengalami kerugian jutaan akibat aksi penjarahan tersebut.

Salah satu pedagang bernama Dimas mengungkap kesaksiannya. Ia mengaku membuat penjagaan untuk mengantisipasi aksi penjarahan massa tawuran.

Dimas ancang-ancang menutup konter, mengingat sebelum-sebelumnya juga terjadi penjarahan.

"Kita lagi ngumpul di dalam buat penjagaan biar nggak masuk gitu. Soalnya kan udah mulai penjarahan, suka mengambil barang gitu," kata salah satu pedagang, Dimas, dilansir Antara, Senin (19/10).

"Nggak ada omongan. Dia udah di depan, tiba-tiba udah di depan konter. Pecahin kaca, ngambil stoples yang ada di sini sama kartu-kartu sebagian ada yang hilang," kata dia.

Akibat kejadian tersebut, kaca etalase konter pecah. Selain itu, sekitar empat stoples berisi pengisi daya atau charger dilaporkan hilang bersama sejumlah kartu yang berada di bagian depan konter.

"Total kerugiannya sama etalase kita yang pecah sih kisaran Rp 2 jutalah. Rp 2 juta ke atas ada," ucapnya.

Ia mengatakan para pelaku tidak sampai masuk ke konter. Barang-barang yang hilang merupakan barang yang berada di bagian depan tempat usahanya.


Enam Orang Diamankan Polisi

Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Tebet bergerak ke lokasi mengantisipasi tawuran tersebut. Sebanyak enam orang diamankan pasca-kejadian.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes I Putu Yuni Setiawan mengatakan kejadian itu tak berlangsung lama lantaran jajaran kepolisian, TNI, dan Satpol PP mendatangi lokasi.Tidak ada korban luka maupun jiwa. Arus lalu lintas dua arah pascatawuran juga dipastikan kondusif.

"Sementara baru enam orang, itu masih diamankan, nanti akan kita dalami," kata Kombes Putu Yuni, dilansir Antara, Senin (19/10).

Tawuran Dipicu Provokasi Petasan

Kombes Pol Putu Yuni mengatakan tawuran berawal dari provokasi dari beberapa kelompok muda yang menggunakan petasan. Menurut dia, sempat terjadi kericuhan namun respons cepat polisi membubarkan massa sehingga tawuran berhasil dibubarkan.

Kapolres mengatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Pasca-kejadian, pihak kepolisian bersama instansi terkait merumuskan persoalan tersebut untuk mencegah kejadian berulang.

"Saat ini juga tengah dilaksanakan tindak lanjut dari kegiatan ini. Sehingga, kita harapkan ke depan tidak terjadi lagi kejadian-kejadian seperti ini," ucapnya.

Soal pemicu tawuran ini juga disinggung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Menurut Pramono, pemicu tawuran tersebut adalah karena adanya provokasi saling lempar tawuran hingga terjadinya aksi pembakaran.

"Yang pertama untuk tawuran, kebetulan begitu tawuran terjadi memang ini saling memprovokasi dua kelompok pemuda, kemudian bakar-bakar petasan dan sebagainya, sehingga kemudian terjadi tawuran," ujar Pram.


Posko Bersama di Lokasi Tawuran

Menyoroti aksi tawuran yang berulang, Gubernur Pramono Anung mengatakan pihaknya menyiapkan langkah-langkah sebagai upaya pencegahan. Pemprov DKI bersmaa jajaran TNI, kepolisian, dan pemuda setempat sepakat membentuk posko bersama.

"Dan untuk itu kemarin, baik dari kepolisian, dari TNI, dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta, akhirnya bersepakat bersama para pemuda yang ada untuk mendirikan posko bersama," kata Pramono di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (19/10).

"Saya menyetujui untuk itu, dan mudah-mudahan ini sebagai antisipasi untuk menahan tawuran yang ada di tempat itu," sambungnya.

Pramono menyebut aparat kepolisian, TNI, dan Wali Kota Jakarta Selatan langsung turun ke lapangan saat tawuran terjadi. Dia juga mengaku berkoordinasi dengan Wali Kota untuk menangani kejadian tersebut.

Lihat juga Video: Buntut Tawuran di Manggarai, 6 Orang Diduga Provokator Ditangkap!

Halaman 2 dari 3
(mea/mea)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini