Proses pencarian yang sudah dilakukan sejak kemarin digelar kembali Kamis (27/12/2007).
Terbatasnya alat membuat pencarian korban hanya dilakukan dengan cara manual, yakni menggunakan cangkul dan sekop. Tim SAR TNI/Polri berjibaku bersama puluhan warga lainnya.
Mereka bersama-sama berusaha menyingkirkan tanah setinggi 6 meter dengan luas sekitar 1.000 m2.
Tim SAR melakukan pencarian di beberapa titik yang diduga menjadi tempat tertimbunnya para korban. Namun akibat tingginya timbunan tanah hingga siang hari korban hilang belum ditemukan.
Untuk memudahkan pencarian tim berusaha mengairi tanah dengan air dan membongkarnya secara perlahan-lahan.
Ketujuh orang hilang tersebut berasal dari dua keluarga yang rumahnya berada paling atas. Mereka adalah Tarmin (50), Sutiyem (45) Endri widianto (15), Rudi (7), Sulinem (40), Yuli dan Bagus.
Selain dua rumah keluarga naas itu, 4 rumah lainnya di dusun itu hancur lebur tertimbun tanah.
Tidak hanya longsoran tanah yang menutup pemukiman di sekitar lereng bukit. Batu-batuan sebesar rumah juga berguguran dari puncak bukit setinggi sekitar 700 meter itu. Guguran batu itu memasuki wilayah pemukiman warga.
Saat ini warga yang selamat masih tinggal di pengungsian dan rumah kerabat mereka yang selamat dari longsoran. Termasuk Ny Sukatno yang selamat meski rumahnya hancur lebur. Dia hanya mengalami luka memar dan lecet di kening. Rumahnya hancur.
Dia menuturkan sebelum tanah longsor, sejak Selasa sore wilayahnya diguyur hujan lebat. Hujan berangsur mereda pada Rabu dinihari. Namun saat itu sekonyong-konyong terdengar suara gemuruh. "Tahu-tahu rumah sudah tertimbun tanah," katanya.
(umi/nrl)











































