3 Pesan Menlu RI ke Guterres: Reformasi PBB hingga Pentingnya Multilateralisme

3 Pesan Menlu RI ke Guterres: Reformasi PBB hingga Pentingnya Multilateralisme

Adrial akbar - detikNews
Senin, 19 Okt 2026 19:56 WIB
Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antnio Guterres, tiba di Indonesia disambut oleh Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Christiawan Nasir.
Foto: Rusman - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Jakarta -

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres telah mengunjungi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI. Dalam kesempatan ini Menlu RI Arrmanatha Nasir menyampaikan tiga poin kepada Guterres.

"Dalam pertemuan bilateral saya dengan Sekretaris Jenderal, saya menyampaikan tiga pesan," kata Arrmanatha di Kemlu RI, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2026).

Poin pertama yaitu Arrmanatha menjelaskan bahwa multilateral adalah hal yang mutlak. Sebab, kata dia, tidak ada satu negara pun yang bisa menghadapi tantangan sendirian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertama, multilateralisme adalah hal yang mutlak. Bagi Indonesia dan kawasan global South, multilateralisme bukanlah sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan. Tidak ada satu negara pun, betapapun kuatnya, yang dapat menghadapi tantangan saat ini sendirian," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Arrmanatha juga mendorong adanya reformasi PBB. Dia menyebut reformasi PBB itu adalah untuk membuatnya lebih relevan bagi dunia.

"Kedua, reformasi PBB dan multilateral adalah keniscayaan. Reformasi bukanlah tentang melemahkan PBB, melainkan menjadikannya tepat guna bagi dunia tempat kita hidup saat ini dan di masa depan," tuturnya.

Arrmanatha mengatakan dengan mencalonkannya Indonesia sabagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB, akan mendorong dampak yang lebih baik. DK PBB, kata dia, harus menjadi ruang solusi.

"Dewan Keamanan harus menjadi ruang untuk solusi, bukan ruang untuk veto," tuturnya.

Pesan terakhir, dirinya menegaskan komitmen Indonesia untuk mendukung PBB. Indonesia akan membantu PBB di sejumlah kegiatan, termasuk mengirimkan pasukan perdamaian.

"Ketiga, komitmen Indonesia terhadap PBB tidak akan pernah goyah. Kita akan terus mengirimkan pasukan penjaga perdamaian, dan terus membentuk agenda PBB di bidang keamanan, kemanusiaan, serta pembangunan," tuturnya.

"Saya juga menegaskan kembali dukungan tanpa henti Indonesia untuk Palestina, menuju perdamaian yang adil dan abadi berdasarkan solusi dua negara," tambah dia.

Tonton juga video "Menlu Umumkan RI Maju sebagai Calon Anggota Tidak Tetap DK PBB"

(ial/wnv)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini