"Ini usaha kita meski tidak semua warga dapat menikmati 24 jam. Hanya perumahan penduduk yang berjarak 200-500 meter yang dapat menikmati. Kita akan terus tingkatkan untuk mengentaskan daerah tertinggal," ujar Menneg Pembangunan Daerah Tertinggal Lukman Eddy.
Hal itu disampaikan dia dalam acara peresmian model teknologi penyediaan listrik energi angin, matahari dan hidrogen di Kampung Tenjolaya, Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Kamis (27/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dibeberkan Lukman, saat ini ada 12.618 desa dari 70.611 desa se-Indonesia yang belum teraliri listrik. Sementara 6.000 desa masih dalam penanganan Kementerian Daerah Tertinggal. Karena itu dibutuhkan keseriusan pemerintah untuk menganggarkan dana.
"Kita butuh dana Rp 9 triliun untuk dapat membuat program, agar semua desa-desa yang belum teraliri listrik dapat merasakannya," imbuh Lukman.
(nik/nrl)











































